loading...

Sunday, October 19, 2014

weton

HITUNGAN WETON JAWA
Rumusan Perhitungan Jawa
Kita hanya bisa berusaha dan doa .
        Hitungan weton jawa ada banyak versi hitungan weton dalam budaya jawa, dan rumus hitungan dibawah ini yang biasanya paling banyak digunakan, soal gimana hasilnya ya wallahu a’lam.
Hitung-hitungan angka weton jawa sbb :
Hari : Senin=4,   Selasa=3,   Rabu=7,   Kamis=8,   Jum’at=6,   Sabtu=9,   Minggu=5
Pasaran : Pahing=9,    Pon=7,    Wage=4,    Kliwon=8,    Legi=5
Jatuhnya Weton (jatuh hitungan Kelipatan 5)
Sandang/ Pakaian : jatuh di angka 1, 6, 11, 16, 21, 26, dst 
Pangan/ Makan : jatuh di angka 2, 7, 12, 17, 22, 27 dst
Papan/ Rumah : jatuh di angka 3, 8, 13, 18, 23, 28 dst
Loro/ Sakit, musibah : jatuh di angka 4, 9, 14, 19, 24, 29 dst
Pati/ Mati, musibah : jatuh di angka 5, 10, 15, 20, 25, 30 dst😀

loading..

Hitung hitungan ini berfungsi untuk : ketemu jodoh, kecocokan dalam rumah tangga dll
misal ada orang mau menikah :
Si Laki-laki punya weton : Kamis Pahing (Kamis=8)+(Pahing=9) = total 17
Si Wanita punya weton Rabu Wage (Rabu=7)+(Wage=4) = total 11
17+11=28 (jatuhnya weton di papan/rumah)
Analisanya : kata para leluhur
jadi kalau menikah nanti insya Allah Bahagia, rejeki rumahnya berlimpah.
Weton Si Laki-laki lebih tinggi daripada wanita…ini yang benar karena laki-laki adalah kepala rumah tangga, kalau weton Si wanitanya lebih tinggi, dalam rumah tangga Wanita yang dominan.
hindari menikah kalau jatuh weton nya di loro/ sakit atau pati/meninggal, karena nanti musibah tidak ada hentinya
Versi primbon jawa lainnya, adalah yang menggunakan hitungan penambahan dan pembagian, yakni total penambahan angka nilai hari & pasaran laki-laki & perempuan dijumlahkan lalu dibagi, dan angka sisa pembagian itulah yang dijadikan hitungan ramalan.
Tapi dalam versi ini masih ada 2 versi lagi model penghitungannya.
Versi pertama, Total angka weton kedua pasangan ditotal lalu dibagi dengan kelipatan 10,
misalnya total penambahan angka weton keduanya hasilnya 29, maka dibagi dengan  kelipatan 10, sisanya 9.
Dan jika sisanya lebih dari 7 maka angka 29 tadi dibaginya dengan kelipatan 7 sehingga sisanya 1, dan itulah hasilnya yakni tidak lebih dari angka 7.
Versi yang kedua, total angka weton dibagi dengan kelipatan 10, dan jika sisanya lebih dari 7 maka sisa hasil pembagian tadi dibagi lagi dengan kelipatan 7.
Misalnya  total nilai weton laki-laki & perempuan adalah 29, trus dibagi dengan kelipatan 10, dan sisanya 9.
Karena sisanya lebih dari 7 maka dibagi lagi dengan kelipatan 7 dan sisanya adalah 2.
hmm……dan hasil sisanya ternyata lain dengan hitungan yang sebelumnya.
Dan berikut ini makna primbon jawa dari angka hasil sisa pembagian:
Sisa 1 disebut WASESA SEGARA, ramalan rumah tangganya: akan baik perwatakannya, besar wibawanya, & banyak budinya.
Sisa 2 disebut TUNGGAK SEMI, ramalan rumah tangganya: mudah mencari rezeki.
Sisa 3 disebut SATRIA WIBAWA, ramalan rumah tangganya: mendapat keluhuran & kemuliaan
Sisa 4 disebut SUMUR SINABA, ramalan rumah tangganya: banyak yang berguru, jadi tempat untuk mendapat pengetahuan
Sisa 5 disebut SATRIA WIRANG, ramalan rumah tangganya: mengalami kesusahan & dipermalukan
Sisa 6 disebut BUMI KAPETHAK, ramalan rumah tangganya: banyak mengalami kesedihan tapi tabah & pekerja keras
Sisa 7 disebut LEBU KATIUP ANGIN, ramalan rumah tangganya: banyak mengalami kesusahan duka nestapa dan cita-citanya sulit tercapai.
Pada angka sisa 5, 6, dan 7 isinya susah melulu, dan dalam primbon jawa hal ini yang disebut kurang jodoh.
Namun, kalau sepasang laki-laki dan perempuan udah saling mantap dan yakin dengan pasangannya, maka dalam primbon jawa disarankan juga agar calon mempelai disyarati, yakni melakukan ritual agar kejadian buruk tidak menimpa rumah tangganya kelak.
Pada sisa angka weton 5, disarankan agar salah satu calon pengantin selamatan syukuran dengan menyembelih ayam sebelum melaksanakan upacara pernikahan.
Pada sisa angka weton 6, disarankan agar salah satu calon pengantin mengubur atau menanam tanah sebelum melaksanakan upacara pernikahan.
Dan pada sisa angka weton7, disarankan agar salah satu calon pengantin menghambur-hamburkan tanah sebelum upacara pernikahan berlangsung.
Jatuhnya weton bukan kehendak kita, semua sudah ada yang mengatur, mungkin dalam berpacaran atau sebelum menikah…ini bisa menjadi bahan pertimbangan, kata orang tua dan para leluhur kadang ada benarnya.
Dalam buku Primbon Jawa ada Primbon Weton yaitu perhitungan masing-masing dino / hari ada hitungannya. Misalnya untuk menentukan tentang masalah jodoh juga memakai hitungan weton / neptu dan pasaran ini. Juga untuk masing-masing sasi / bulan ada jumlah angkanya, begitu juga dengan tahun.
Primbon Weton Neptu Dino Pasaran
Akhad neptu 5
Senin neptu 4
Selasa neptu 3
Rebo neptu 7
Kemis neptu 8
Jumat neptu 6
Sabtu neptu9
Kliwon neptu 8
Legi neptu 5
Pahing neptu 9
Pon neptu 7
Wage neptu 4
Sebagai contoh misalnya si Miko lahir pada hari Senin Legi, maka menjadi Senin neptunya 4 dan Legi neptunya 5. Jadi dijumlah menjadi 9, berarti si Miko neptu Dino Pasarannya adalah 9. Ini akan menjadi patokan untuk perhitungan di buku Primbon Jawa, seperti misalnya untuk hitungan hari menikah, mencari rejeki dan lain-lain.
Suro neptu 7
Sapar neptu 2
Rabingulawal neptu 3
Rabingulakirneptu 5
Jumadilawalneptu6
Jumadilakirneptu1
Rejebneptu2
Ruwahneptu4
Pasaneptu5
Sawalneptu7
Dulkaidahneptu1
Besarneptu3
Weton Neptu Tahun / Weton Neptu Sasi
                                  " kalau penjelasan di atas saya saya sendiri tidak tahu apa maksudnya , ...bagi yang awam pastinya juga bingung apa artinya,..namun bagi yang tahu dan mengerti pastinya sudah paham betul " apa maksudnya.
Cara mengetahui Jumlah / hitungan Weton sendiri
kalau ingin mengetahui jumlah hitungan weton bagi diri sendiri ,.saya sedikit tahu cara mencarinya :
kebanyakan cara ini  digunakan untuk mencari jodoh yang pas ,..namun  ada angka -angka yang Kebanyakan orang Jawa bilang mesti  dihindari dalam pencarian jodoh ( Maksudnya jumlah angka kedua pasangan pria dan wanita kalau di jumlahkan ada berapa ) 
misalnya weton si pria 18 sedang si wanita 11,..jadi kalau dijumlahkan 29
saya sendiri tidak tahu angka berapa yang harus dihindari dalam mencari jodoh
Namun disini saya tidak membahas tentang hitungan jodoh namun hitungan weton sendiri 
( untuk per-orangan maksudnya baik Pria dan Wanita Dan hanya patokan dasarnya saja.( Gunakan hanya untuk hal yang baik saja )
Begini cara mencari jumlah weton anda
cari akte kelahiran anda ,..kalau tidak ada tanya pada orang tua hari kelahiran sekaligus pasarannya
kalau tanpa itu anda akan kesulitan,..kebanyakan yang tidak di ketahui cuma pasaran saja  .
kalau sudah ketemu semua hitung dengan Tabel berikut ;
catatan : Neptu mewakilkan nama /jumlah bilangan
misalnya jika anda lahir hari sabtu jumlah 9 dan pasarannya pon jumlah 7,..kalau dijumlah semuanya 16,
jadi angka 16 itulah weton anda.
contoh satu lagi anda lahir hari Senin jumlah 4 dan pasarannya kliwon jumlah 8 kalau dijumlah 12,jadi angka 12 adalah weton anda
kalau masih bingung begini patokannya : 
anda lahir hari apa dan pasarannya berapa ,..kemudiaan jumlahkan semuanya
contoh - anda lahir hari  Minggu Pahing = 14 karena minggu 5,.sedang Pahing 9
anda lahir hari kamis Wage = 13 karena Kamis 9 ,..sedang wage 4...dll.
semoga ini bermanfaat ,..dan gunakan untuk hal -hal yang baik saja .
ambil saja hikmahnya



Berikut ini penjelasan menurut hasil dari penjumlahan weton tersebut:
PEGAT
Pasangan ini kemungkinan akan sering menemukan masalah di kemudian hari.
Bisa itu dari masalah ekonomi, kekuasaan, perselingkuhan yang bisa menyebabkan pasangan tersebut bercerai atau pegatan.
RATU
Pasangan ini bisa dibilang memang sudah jodohnya. Dihargai dan disegani oleh tetangga maupun lingkungan sekitar.
Bahkan banyak orang yang iri akan keharmonisannya dalam membina rumah tangga.
JODOH
Pasangan ini memang beneran cocok dan berjodoh. Bisa saling menerima segala kelebihan dan kekurangannya.
Rumah tangga bisa rukun sampai tua.
TOPO
Dalam membina rumah tangga akan sering mengalami kesusahan di awal-awal namun akan bahagia pada akhirnya.
Masalah tersebut bisa saja soal ekonomi dan lain sebagainya.
Namun pada saat sudah memiliki anak dan cukup lama berumah tangga, akhirnya akan hidup sukses dan bahagia.

TINARI
Pasangan ini akan menemukan kebahagiaan.
Gampang dalam mencari rezeki dan tidak sampai hidup kekurangan. Hidupnya juga sering mendapat keberuntungan.
PADU
Pasangan ini dalam berumah tangga akan sering mengalami pertengkaran.
Namum meskipun sering bertengkar, tidak sampai membawa ke dalam perceraian.
Masalah pertengkaran tersebut bahkan bisa dipicu dari hal-hal yang sifatnya cukup sepele.
SUJANAN
Pasangan ini dalam berumah tangga akan sering mengalami pertengkaran dan masalah perselingkuhan.
Bisa itu dari pihak laki-laki maupun perempuan yang memulai perselingkuhan.
PESTHI
Pasangan ini dalam berumah tangga akan rukun, tenteram, adem ayem sampai tua.
Meskipun ada masalah apapun tidak akan sampai merusak keharmonisan keluarga.
2. Cara Menghitung Weton Jodoh dengan Sisa Neptu
a) Tentukan hari kelahiran dan pasaran / weton masing-masing pasangan baik pria maupun wanita.
b) Tentukan neptu masing-masing, kemudian jumlahkan.
Misalnya, wanita lahir di hari Jumat dengan pasaran legi, atau memiliki weton Jumat Legi.
Pria lahir di hari Sabtu dengan pasaran Kliwon, atau weton kelahirannya Sabtu Kliwon.
Maka Jumlah Neptu wanita = 11 dan Pria jumlah neptunya 17. Jumlah neptu pria dan wanita adalah 28.
Cara menghitung weton jodoh selanjutnya dengan membagi keduanya dengan angka 7.
Sisanya dijadikan pedoman dalam primbon Jodoh.
Misalnya 28 : 7 = 4. Karena tidak ada sisanya atau pas dibagi 7 maka bisa dikatakan sisanya adalah 7.
Di bawah ini hasil dari pembagian weton kedua pasangan.
Sisa 1. Wasesasegara yang artinya besar budinya,kaya dan besar wibawanya.
Sisa 2. Tunggaksemi yang artinya sedikit rezekinya.
Sisa 3. Satriya wibawa yang artinya dapat kemulyaan dan keluhuran tinggi.
Sisa 4. Sumur sinaba yang artinya banyak orang datang untuk berguru.
Sisa 5. Satriya wirang yang artinya sering susah,sering malu akibat tindakannya sendiri,dan suka di fitnah orang.
Dalam kitab primbon, untuk menolak hal tersebut bisa memotong ayam saat akan ijab kabul.
Sisa 6. Bumikepetak yang artinya hatinya gelap,kuat dalam bekerja,tahan menghadapi ujian dan rintangan.
Untuk menolak hal tersebut bisa mendem lemah/mengubur tanah saat akan ijab kabul pengantin.
Sisa 7. Lebu ketiup angin yang artinya sering mendapatkan kesusahan, apapun cita-cita tidak akan tercapai, sering pindah rumah.
Penolak bala yang bisa di lakukan dengan cara abul lemah/menabur debu saat akan ijab kabul pengantin.
Dari penghitungan tersebut dapat diramalkan adanya beberapa kemungkinan yang mungkin bakal terjadi kelak jika Anda telah menjalin hubungan kekasih atau berumah tangga.
Naman perlu di ingat, semua ini adalah perhitungan manusia semata dan segalanya adalah kuasa Tuhan, gunakan sebagai hiburan dan referensi semata.

Mantra sabdo pandito ratu

loading...

Assalamualaikum..

Mohon digunakan untuk hal2 benar.

ilmu yang membahas tentang
ilmu SABDO PANDITO RATU,
Segala apa yang diucapkan dengan kemarahan hatinya akan terwujud saat itu juga,dan juga ilmu ini untuk menghindarkan kita dari serangan ghoib atau dhohir,jika ada orang yang ingin mengancam kita,pada saat berhadapan dengan orang yang sudah menguasai ilmu ini,kemarahan orang itu akan redah dan akan berbalik menjadi akrab(meredam kemarahan orang). Inilah ilmu itu:
SYAHADAT 3X tahan nafas


ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALAA SYAYIDINA MUHAMMAD,WA ALA ‘AALII SYAIDINA MUHAMMAD,7X tahan nafas,
DZATULLOH,SIFATULLOH,SIRRULLOH,AKU SUKMO SEJATI, AKU ROGO SEJATI WONG SALAH SELEH, WONG DRENGKI NEMU BELAHI SOKO KERSANING ALLOH,LAA ILAA HA ILLALLOH MUHAMMAD DARROSULULLOH.
Artinya: (DZATULLOH,SIFATULLOH,SIRRULLOH,SAYA SUKMA SEJATI,SAYA RAGA SEJATI,ORANG SALAH TERSINGKIR,ORANG DENGKI AKAN MENDAPAT BALAK DARI ALLOH, LAA ILAA HA ILLALLOH MUHAMMADDARROSULULLOH)
ALLOHUAKBAR 3X tahan nafas.
Catatan:
tata caranya:
usahakan mulai bacaan syahadat sampai allohu akbar dibaca dalam satu kali tarikan nafas,dan di ulang 3x.ilmu ini diistiqomahkan tanpa batas waktu yang ditentukan,lebih baik dibuat wirid setiap hari,ilmu ini cocok bagi seseorang yang sering terhina dan dilecehkan oleh orang lain,karena ilmu ini bisa membuka aura kewibawaan tingkat tinggi, ingat pesan, hati2 dalam bertindak dan berucap jika sudah mengamalkan ilmu ini,
selamat mencoba
WASSALAM.

Perhitungan Puasa Jawa

Hitungan Puasa Tirakatan
Berdasarkan dari salah satu referensi tentang ilmu perhitungan hari diterangkan dalam salah satu Wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga tentang perhitungan hari memberi anjuran bahwa lelaku tirakat yang membutuhkan persyaratan selama 40 hari menjadi lelaku tirakat yang hanya cukup 3 hari. Artinya, lelaku tirakat 3 hari sama dengan lelaku tirakat selama 40 hari,dengan catatan harus pandai-pandai, memilih waktu yang 3 hari tersebut, jumlah neptu ke tiga hari tersebut harus 40.
Hari-hari yang di maksudkan adalah sebagai berikut :
1. Pilih hari = Kamis Legi,Jum ’at Kliwon, dan Sabtu Legi (Jumlah neptu 40)
2. Pilih hari = Jum ’at Paing, Sabtu Pon, dan Minggu Wage (Jumlah neptu 40)
3. Pilih hari = Sabtu Kliwon, Minggu Legi,dan Senin Pahing(Jumlah neptu 40)
4. Pilih hari = Selasa Kliwon, Rabu Legi, danKamis Pahing (Jumlah neptu 40)
5. Pilih hari = Rabu Pon,Kamis Wage, dan Jum’at Kliwon (Jumlah neptu40)
Hari-hari pada ke lima nomer tersebut di atas, dapat dipilih salah satu sesuai dengan kebutuhan waktu lelaku tirakat

doa

Rahasia Kekuatan Doa

Kami tidak akan membahas mengenai etika berdoa, karena dalam setiap agama tentunya sudah diajarkan mengenai tata cara dan etika berdoa, kami yakin para pembaca sudah lebih memahaminya.  Tujuan kami menulis jauh dari maksud menggurui, semata hanya ingin berbagi pengalaman. Dengan kata lain, apa yang kami sampaikan juga pernah kami lakukan dan rasakan. Tujuan kami menulis adalah untuk berbagi kepada sesama, barangkali dapat memberi sedikit manfaat untuk para pembaca yang budiman. Dengan menggunakan akal budi dan hati nurani (nur/cahaya dalam hati) yang penuh keterbatasan kami berusaha mencermati, mengevaluasi dan kemudian menarik benang merah, berupa nilai-nilai  (hikmah) dari setiap kejadian dan pengalaman dalam doa-doa kami. 😁

loading...

😁 Berkaitan dengan Waktu dan tempat yang dianggap mustajab untuk berdoa, kiranya setiap orang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda-beda. Kedua faktor itu berpengaruh pula terhadap kemantapan hati dan tekad dalam mengajukan permemohonan kepada Tuhan YME. Namun bagi saya pribadi semua tempat dan waktu adalah baik untuk melakukan doa. Pun banyak juga orang meyakini bahw doanya akan dikabulkan Tuhan, walaupun doanya bersifat verbal atau sebatas ucapan lisan saja. Hal ini sebagai konsekuensi, bahwa dalam berdoa hendaknya kita selalu berfikir positif (prasangka baik) pada Tuhan. Kami tetap menghargai pendapat demikian.

SULITNYA MENILAI KESUKSESAN DOA

Banyak orang merasa doanya tidak/belum terkabulkan. Tetapi banyak pula yang merasa bahwa Tuhan telah mengabulkan doa-doa tetapi dalam kadar yang masih minim, masih jauh dari target yang diharapkan. Itu hanya kata perasaan, belum tentu akurat melihat kenyataan sesunggunya. Memang sulit sekali mengukur prosentase antara doa yang dikabulkan dengan yang tidak dikabulkan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut ;
Kita sering tidak mencermati, bahkan lupa, bahwa anugrah yang kita rasakan hari ini, minggu ini, bulan ini, adalah merupakan “jawaban” Tuhan atas doa yang kita panjatkan sepuluh atau dua puluh Tahun yang lalu. Apabila sempat terlintas fikiran atau kesadaran seperti itu, pun kita masih meragukan kebenarannya. Karena keragu-raguan yang ada di hati kita, akan memunculah asumsi bahwa hanya sedikit doa ku yang dikabulkan Tuhan.
Doa yang kita pinta pada Tuhan Yang Mahatunggal tentu menurut ukuran kita adalah baik dan ideal, akan tetapi apa yang baik dan ideal menurut kita, belum tentu baik dalam perspektif Tuhan. Tanpa kita sadari bisa saja Tuhan mengganti permohonan dan harapan kita dalam bentuk yang lainnya, tentu saja yang paling baik untuk kita. Tuhan Sang Pengelola Waktu, mungkin akan mengabulkan doa kita pada waktu yang tepat pula. Ketidaktahuan dan ketidaksadaran kita akan bahasa dan kehendak Tuhan (rumus/kodrat alam), membuat kita menyimpulkan bahwa doa ku tidak dikabulkan Tuhan.
Prinsip kebaikan meliputi dua sifat atau dimensi, universal dan spesifik. Kebaikan universal, akan berlaku untuk semua orang atau makhluk. Kebaikan misalnya keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, dan ketentraman hidup. Sebaliknya, kebaikan yang bersifat spesifik artinya, baik bagi orang lain, belum tentu baik untuk diri kita sendiri. Atau, baik untuk diri kita belum tentu baik untuk orang lain. Kebaikan spesifik meliputi pula dimensi waktu, misalnya tidak baik untuk saat ini, tetapi baik untuk masa yang akan datang. Memang sulit sekali untuk memastikan semua itu. Tetapi paling tidak dalam berdoa, kemungkinan-kemungkinan yang bersifat positif tersebut perlu kita sadari dan terapkan dalam benak. Kita butuh kearifan sikap, kecermatan batin, kesabaran, dan ketabahan dalam berdoa. Jika tidak kita sadari kemungkinan-kemungkinan itu, pada gilirannya akan memunculkan karakter buruk dalam berdoa, yakni; sok tahu. Misalnya berdoa mohon berjodoh dengan si A, mohon diberi rejeki banyak, berdoa supaya rumah yang ditaksirnya dapat jatuh ke tangannya.  Jujur saja, kita belum tentu benar dalam memilih doa dan berharap-harap akan sesuatu. Kebaikan spesifik yang kita harapkan belum tentu menjadi berkah buat kita. Maka kehendak Tuhan untuk melindungi dan menyelamatkan kita, justru dengan cara tidak mengabulkan doa kita. Akan tetapi, kita sering tidak mengerti bahasa Tuhan, lantas berburuk sangka, dan tergesa menyimpulkan bahwa doaku tidak dikabulkan Tuhan.
Tidak gampang memahami apa “kehendak” Tuhan. Diperlukan kearifan sikap dan ketajaman batin untuk memahaminya. Jangan pesimis dulu, sebab siapapun yang mau mengasah ketajaman batin, ia akan memahami apa dan bagaimana “bahasa” Tuhan. Dalam khasanah spiritual Jawa disebut “bisa nggayuh kawicaksanane Gusti”.

HAKEKAT DIBALIK KEKUATAN DOA
     Agar doa menjadi mustajab (tijab/makbul/kuat) dapat kita lakukan suatu kiat tertentu. Penting untuk memahami bahwa doa sesungguhnya bukan saja sekedar permohonan (verbal). Lebih dari itu, doa adalah usaha yang nyata netepi rumus/kodrat/hukum Tuhan sebagaimana tanda-tandanya tampak pula pada gejala kosmos. Permohonan kepada Tuhan dapat ditempuh dengan lisan. Tetapi PALING PENTING adalah doa butuh penggabungan antara dimensi batiniah dan lahiriah (laten dan manifesto) metafisik dan fisik. Doa akan menjadi mustajab dan kuat bilamana doa kita berada pada aras hukum atau kodrat Tuhan;

Dalam berdoa seyogyanya menggabungkan 4 unsur dalam diri kita; meliputi; hati, pikiran, ucapan, tindakan. Dikatakan bahwa Tuhan berjanji akan mengabulkan setiap doa makhlukNya? tetapi mengapa orang sering merasa ada saja doa yang tidak terkabul ?  Kita tidak perlu berprasangka buruk kepada Tuhan. Bila terjadi kegagalan dalam mewujudkan harapan, berarti ada yang salah dengan diri kita sendiri. Misalnya kita berdoa mohon kesehatan. Hati kita berniat agar jasmani-rohani selalu sehat. Doa juga diikrarkan terucap melalui lisan kita. Pikiran kita juga sudah memikirkan bagaimana caranya hidup yang sehat. Tetapi tindakan kita tidak sinkron, justru makan jerohan, makanan berkolesterol, dan makan secara berlebihan. Hal ini merupakan contoh doa yang tidak kompak dan tidak konsisten. Doa yang kuat dan mustajab harus konsisten dan kompak melibatkan empat unsur di atas. Yakni antara hati (niat), ucapan (statment), pikiran (planning), dan tindakan (action) jangan sampai terjadi kontradiktori. Sebab kekuatan doa yang paling ideal adalah doa yang diikuti dengan PERBUATAN (usaha) secara konkrit.
Untuk hasil akhir, pasrahkan semuanya kepada “kehendak”  Tuhan, tetapi ingat usaha mewujudkan doa merupakan tugas manusia. Berdoa harus dilakukan dengan kesadaran yang penuh, bahwa manusia bertugas mengoptimalkan prosedur dan usaha, soal hasil atau targetnya sesuai harapan atau tidak, biarkan itu menjadi kebijaksanaan dan kewenangan Tuhan. Dengan kata lain, tugas kita adalah berusaha maksimal, keputusan terakhir tetap ada di tangan Tuhan. Saat ini orang sering keliru mengkonsep doa. Asal sudah berdoa, lalu semuanya dipasrahkan kepada Tuhan. Bahkan cenderung berdoa hanya sebatas lisan saja. Selanjutnya doa dan harapan secara mutlak dipasrahkan pada Tuhan. Hal ini merupakan kesalahan besar dalam memahami doa karena terjebak oleh sikap fatalistis. Sikap fatalis menyebabkan kemalasan, perilaku tidak masuk akal dan mudah putus asa. Ujung-ujungnya Tuhan akan dikambinghitamkan, dengan menganggap bahwa kegagalan doanya memang sudah menjadi NASIB yang digariskan Tuhan. Lebih salah kaprah, bilamana dengan gegabah menganggap kegagalannya sebagai bentuk cobaan dari Tuhan (bagi orang yang beriman). Sebab kepasrahan itu artinya pasrah akan penentuan kualitas dan kuantitas hasil akhir. Yang namanya ikhtiar atau usaha tetap menjadi tugas dan tanggungjawab manusia.
Berdoa jangan menuruti harapan dan keinginan diri sendiri, sebaliknya berdoa  itu pada dasarnya menetapkan perilaku dan perbuatan kita ke dalam rumus (kodrat) Tuhan. Kesulitannya adalah mengetahui apakah doa atau harapan kita itu baik atau tidak untuk kita. Misalnya walaupun kita menganggap doa yang kita pintakan adalah baik. Namun kenyataannya kita juga tidak tahu persis, apakah kelak permintaan kita jika terlaksana akan membawa kebaikan atau sebaliknya membuat kita celaka.
Berdoa secara spesifik dan detil dapat mengandung resiko. Misalnya doa agar supaya tender proyek jatuh ke tangan kita,  atau berdoa agar kita terpilih menjadi Bupati. Padahal jika kita bener-bener menjadi Bupati tahun ini, di dalam struktur pemerintahan terdapat orang-orang berbahaya yang akan “menjebak” kita melakukan korupsi. Apa jadinya jika permohonan kita terwujud. Maka dalam berdoa sebaiknya menurut kehendak Tuhan, atau dalam terminologi Jawa “berdoa sesuai kodrat alam” atau hukum alamiah. Caranya, di dalam doa hanya memohon yang terbaik untuk diri kita. Sebagai contoh;  ya Tuhan, andai saja proyek itu memberi kebaikan kepada diriku, keluargaku, dan orang-orang disekitarku, maka perkenankan proyek itu kepadaku, namun apabila tidak membawa berkah untuk ku, jauhkanlah. Dengan berdoa seperti itu, kita serahkan jalan cerita kehidupan ini kepada Gusti Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana.
Doa yang ideal dan etis adalah doa yang tidak menyetir/mendikte Tuhan, doa yang tidak menuruti kemauan diri sendiri, doa yang pasrah kepada Sang Maha Pengatur. Niscaya Tuhan akan meletakkan diri kita pada rumus dan kodrat yang terbaik…untuk masing-masing orang ! Sayangnya, kita sering lupa bahwa doa kita adalah doa sok tahu, pasti baik buat kita, dan doa yang telah menyetir atau mendikte kehendak Tuhan. Dengan pola berdoa seperti ini, doa hanya akan menjadi nafsu belaka, yakni nuruti rahsaning karep.

DOA MERUPAKAN PROYEKSI PERBUATAN KITA,
AMAL KEBAIKAN KITA PADA SESAMA MENJADI DOA
TAK TERUCAP YANG MUSTAJAB.

     Kalimat sederhana ini merupakan kata kunci memahami misteri kekuatan doa;  doa adalah seumpama cermin !! Doa kita akan terkabul atau tidak  tergantung dari amal kebaikan yang pernah kita lakukan terhadap sesama. Dengan kata lain terkabul atau gagalnya doa-doa kita merupakan cerminan akan amal kebaikan yang pernah kita lakukan pada orang lain. Jika kita secara sadar atau tidak sering mencelakai orang lain maka doa mohon keselamatan akan sia-sia. Sebaliknya, orang yang selalu menolong dan membantu sesama, kebaikannya sudah menjadi “doa” sepanjang waktu, hidupnya selalu mendapat kemudahan dan mendapat keselamatan. Kita gemar dan ikhlas mendermakan harta kita untuk membantu orang-orang yang memang tepat untuk dibantu. Selanjutnya cermati apa yang akan terjadi pada diri kita, rejeki seperti tidak ada habisnya! Semakin banyak beramal, akan semakin banyak pula rejeki kita. Bahkan sebelum kita mengucap doa, Tuhan sudah memenuhi apa-apa yang kita harapkan. Itulah pertanda, bahwa perbuatan dan amal kebaikan kita pada sesama, akan menjadi doa yang tak terucap, tetapi sungguh yang mustajab.  Ibarat sakti tanpa kesaktian. Kita berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya perbuatan itu seperti doa untuk kita sendiri.
Dalam tradisi spiritual Jawa terdapat suatu rumus misalnya :
1. Siapa gemar membantu dan menolong orang lain, maka ia akan  selalu mendapatkan kemudahan.
2. Siapa yang memiliki sikap welas asih pada sesama, maka ia akan disayang sesama pula.
3. Siapa suka mencelakai sesama, maka hidupnya akan celaka.
4. Siapa suka meremehkan sesama maka ia akan diremehkan banyak orang.
5. Siapa gemar mencaci dan mengolok orang lain, maka ia akan menjadi orang hina.
6. Siapa yang gemar menyalahkan orang lain, sesungguhnya ialah orang lemah.
7. Siapa menanam “pohon” kebaikan maka ia akan menuai buah kebaikan itu.
Semua itu merupakan contoh kecil, bahwa perbuatan yang kita lakukan merupakan doa untuk kita sendiri. Doa ibarat cermin, yang akan menampakkan gambaran asli atas apa yang kita lakukan. Sering kita saksikan orang-orang yang memiliki kekuatan dalam berdoa,  dan kekuatan itu terletak pada konsistensi dalam perbuatannya. Selain itu, kekuatan doa ada pada ketulusan kita sendiri. Sekali lagi ketulusan ini berkaitan erat dengan sikap netral dalam doa, artinya kita tidak menyetir atau mendikte Tuhan.

Berikut ini merupakan “rumus” agar supaya kita lebih cermat dalam mengevaluasi diri kita sendiri;
Jangan pernah berharap-harap kita menerima (anugrah), apabila kita enggan dalam memberi.
Jangan pernah berharap-harap akan selamat, apabila kita sering membuat orang lain celaka.
Jangan pernah berharap-harap mendapat limpahan harta, apabila kita kurang peduli terhadap sesama.
Jangan pernah berharap-harap mendapat keuntungan besar, apabila kita selalu menghitung untung rugi dalam bersedekah.
Jangan pernah berharap-harap meraih hidup mulia, apabila kita gemar menghina sesama.
Lima “rumus” di atas hanya sebagian contoh. Silahkan para pembaca yang budiman mengidentifikasi sendiri rumus-rumus selanjutnya, yang tentunya tiada terbatas jumlahnya.

Resume
Doa akan memiliki kekuatan (mustajab), asalkan kita mampu memadukan empat unsur di atas yakni : hati, ucapan, pikiran, dan perbuatan nyata. Dengan syarat perbuatan kita tidak bertentangan dengan isi doa. Di lain sisi amal kebaikan yang kita lakukan pada sesama akan menjadi doa mustajab sepanjang waktu, hanya jika, kita melakukannya dengan ketulusan. Setingkat dengan ketulusan kita di pagi hari saat “membuang ampas makanan” tak berarti.


JIKA INGIN DIBERI,
MEMBERILAH TERLEBIH DAHULU !

Dahulu saya pernah mengalami kebanyakan asa, lalu giat sekali berdoa bermacam-macam hal. Siang-malam berdoa isinya permohonan apa saja yang diinginkan. Waktu berdoa pun hanya pada  waktu tertentu yang dianggap tijab. Tetapi  saya masih merasakan kehampaan dalam hidup. Bahkan dirasakan realitas yang terjadi justru semakin menjauh dari harapan seperti yang terucap dalam setiap doa. Lama-kelamaan muncul kesadaran ada yang tidak beres dalam prinsip pemahaman saya ini.
Kesadaran diri muncul lagi manakala merasa sangat kurang dalam melakukan amal kebaikan terhadap sesama. Kami berfikir, betapa buruknya tabiat ini, yang selalu banyak meminta-minta, tetapi sedikit “memberi”. Coba mengingat apa saja kebaikan yang pernah kami lakukan pada sesama, Parah…sepertinya kok nggak ada… atau kami yang sudah lupa. Namun yang teringat justru keburukan dan kesalahan yang pernah kami lakukan pada teman, keluarga, orang tua, dan pada orang lain. Kami menjadi resah sendiri, merasa dalam kehidupan ini kami tidak bermanfaat samasekali untuk orang banyak, sementara kami nggak tahu malu dengan selalu meminta-minta terus Hyang Widhi. Egois, maunya enaknya sendiri. Berharap-harap memperoleh pemenuhan hak-hak sebagai manusia ciptaan Tuhan, tetapi enggan memenuhi kewajiban untuk beramal baik pada sesama.
Hingga pada suatu saat kami mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berarti, paling tidak menurut diri kami sendiri. Sejak itu, terjadilah perubahan paradigma dalam memandang dan memahami rumus Tuhan. Doa (harapan) adalah perbuatan konkrit. Sejak saat itu, dengan sekuat tenaga setiap saat ada kesempatan kami melakukan sesuatu yang kira-kira ada manfaat untuk orang lain. Dimulai dari hal-hal sepele, sampai yang tidak sepele. Dasar pemikiran kami adalah kesadaran sebagai makhluk Tuhan yang telah menerima sekian puluh atau ratus anugrah dalam setiap detiknya. Namun kenyataannya manusia tiada rasa “malu” setiap saat selalu meminta pada Tuhan. Lantas kapan bersukurnya ? Jika berdoa memohon sesuatu, kami lebih banyak melakukannya untuk mendoakan teman, kerabat, keluarga. Sedangkan untuk diri sendiri, tiada yang pantas dilakukan selain lebih banyak mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan.
Banyak mengucapkan syukur di bibir saja tidak cukup. Kami harus lebih pandai mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan. Rasa bersyukur serta doa-doa melebur dan mewujud ke dalam satu perbuatan. Rasa sukur termanifestasikan kedalam perbuatan yang bermanfaat untuk banyak orang. Demikian pula cara berdoa tidak sekedar terucap melalui mulut, namun lebih penting adalah mewujud dalam perbuatan nyata.
Cara kami berdoa seperti itu mungkin terasa “aneh dan nyleneh” bagi beliau-beliau yang telah berilmu tinggi dan menguasai ajaran agama secara teksbook. Akan tetapi prinsip dan cara-cara itulah yang kami pribadi rasa paling pas. Maklum saya ini orang bodoh yang masih belajar ke sana-kemari. Tetapi paling tidak, kami secara pribadi telah membuktikan manfaat dan hasilnya. Mohon maaf apabila banyak kata dan ucapan yang kurang berkenan, saya menyadari sebagai orang yang masih bodoh banyak kekurangan, tetapi memaksa diri untuk menulis

cara semedi

Cara semedi
Semedi adalah cara mendekatkan diri kepada Tuhan adalah lewat semedi. Kalau dalam konteks agama Islam kejawen adalha berdiam diri dan mengingat keberadaan Tuhan / angeningake cipto



1.      Cipta, karsa ( kehendak ) dan pakarti ( tindakan ) selalu aktif selama orang itu masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan fisik maupun non fisik, pakarti non fisik misalnya seseorang bisa membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. Sangatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik sehingga dia juga mempunyai karsa dan pakarti/tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri atau syukur -syukur pada orang lain.  
2.      Untuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi lahir dan batin. Ingatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan air.
3.      Untuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan :
Minumlah segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti.
Jagalah tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali.
Jangan merokok terlalu banyak.
Konsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang baik, maka itu menjadi vegetarian ( tidak makan daging ) adalah langkah yang positif.
Kendalikanlah kehendak atau nafsu, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama, seminggu sekali atau dua kali sudah cukup.
4.      Berlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan badan ( heneng ) dengan cipta yang jernih dan tentram ( hening ) Bila cipta bisa dipusatkan dan difokuskan kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa dipakai untuk mengatur satu kehendak.
5.      Buatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding ( . ) duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain, jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar dengan mata, lakukan itu dengan santai.
6.      Lakukan latihan pernafasan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada sore hari sebelum mandi tarik nafas dengan tenang dalam posisi yang enak.
7.      Lakuakan olah raga ringan ( senam ) secara teratur supaya badan tetap sehat, sehingga mampu mendukung latihan olah nafas dan konsentrasi.
8.      Hisaplah kedalam badan Sari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih bersih, lakukan sebagai berikut :
Tarik Nafas            Tahan Nafas               Keluarkan Nafas            Jumlah
10 detik                   10 detik                     10 detik                 30 detik
                                                                                                minggu I : 3 kali
15 detik                    10 detik                    15 detik                 40 detik
                                                                                                minggu II : 3 kali
20 detik                    10 detik                      20 detik                 50 detik
                                                                                                minggu III : 3 kali
26 detik                    08 detik                 26 detik                 60 detik
                                                                                                minggu IV : 3 kali
 9.      Untuk memperkuat otak tariklah nafas dengan lobang hidung sebelah kiri dengan cara menutup hidung sebelah kiri dengan cara menutup lobang hidung sebelah kanan dengan jari, lalu tahan nafas selanjutnya keluarkan nafas melalui lobang hidung sebelah kanan, dengan menutup lobang hidung sebelah kiri dengan jari.
 Tarik Nafas            Tahan Nafas               Keluarkan Nafas            Jumlah
4 detik              8 detik                          4 detik                          16 detik
                                                                                                minggu I : 7 kali
10 detik            7 detik                          10 detik                 27 detik
                                                                                                minggu II : 7 kali
10 detik            10 detik                         10 detik                 30 detik
                                                                                                minggu III & IV : 7 kali
20 detik            20 detik                          20 detik                 60 detik
                                                                                                minggu V : 7 kali
10.  Karsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam ditempat atau kamar yang bersih. Kontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila dengan rilek, fokuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik nafas, tahan nafas, dan keluarkan nafas dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara nafas. Pertama-tama akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan Gusti ALLAH
11.  Cobalah lakukan sebagai berikut :
Lupakan segalanya selama dua belas detik
Dengan sadar memusatkan cipta kepada dzat yang agung selama seratus empat puluh detik.
Jernihkan pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam ( semampunya )
12.  Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan
Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih.
Tapa telinga, mengurangi nafsu artinya jangan menuruti kehendak jelek.
Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain
Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain
Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang
Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan berzinah
Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan
13.  Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan
Tapa raga, rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik
Tapa hati, bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat
Tapa nafsu, tidak iri kepada sukses orang lain, tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita
Tapa jiwa, setia tidak bohong, tidak mencampuri urusan orang
Tapa rasa, tenang dan kuat dalam panalongso
Tapa cahaya, bersifat luhur berpikiran jernih
Tapa hidup, waspada dan eling
14.  berketetapan hati
tidak ragu-ragu
selalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya
15.  Menghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin, kedudukan, suku, bangsa, kepercayaan dan agama, semua manusia itu sama : saya adalah kamu ( tat twan asi ). Artinya kalau kamu berbuat baik kepada orang lain, itu juga baik buat kamu, kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri.
16.  Sedulur papat kalimo pancer
Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat ( saudara empat ) yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia. Mereka memang ditugaskan oleh kekausaan alam untuk selalu dengan setia membantu, mereka tidak tidak punya badan jasmani, tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu :
Kakang kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih.
Adi ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat warnanya kuning.
Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah
Puser, pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam.
Selain sedulur papat diatas, yang lain adalah Kalima Pancer, pancer kelima itulah badan jasmani kamu. Merekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu ada. Sementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah, ( empat jurusan yang kelima ada ditengah ). Mereka berlima itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah Mar dan Marti, berbentuk udara. Mar adalah udara, yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan Marti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. Secara mistis Mar dan Marti ini warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta bantuan Mar dan Marti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata ( laku spiritul yang sungguh-sungguh )
17.  Tingkatkan sembah, menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti juga menghormati dan memujaNYA, istilah lainnya ialah Pujabrata. Ada guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata, sebelum melewati tapabrata.
a.       Sembah rogo
Ini adalah tapa dari badan jasmani, seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak. Badan itu maunya menyenag-nyenangkan diri, merasa gembira tanpa batas. Mulai hari ini, usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan: bangun pagi hari, mandi, jangan malas lalau sebagai manusia normal bekerjalah. Makanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja: makan pada waktu lapar, minum pada waktu haus, tidur pada waktu sudah mengantuk, pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain.
b.      Sembah cipta
1.      kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula engenal Gusti.
2.      Kamu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar, kontrollah nafsumu dan taklukan keserakahan. Dengan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan.
      Berlatih cipta sebagai berikut :
1.      Lakukan dengan teratur ditengah, ditempat yang sesuai.
2.      Konsentrasikan rasa kamu
3.      Jangan memaksa ragamu, laksanakan dengan santai saja
4.      Kehendahmu jernih, fokuskan kepada itu
5.      Biasakanlah melakukan hal ini, sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan, dan sama sekali tidak menjadi beban
Kini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati, kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat apapun, seolah-olah badan astral dan mental tidak berfungsi, kamu lupa tetapi jiwa tetap eling ( sadar ) itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran dari rasa sejati. Ini hanya bisa dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat.
c.       Sembah jiwo
Sembah jiwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu temui pada waktu pada heneng, hening dan eling, ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir. Apabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah mulai membuka dunia kenyataan. Cahaya itu adalah pramana kamu sendiri, kamu akan merasa yakin pada waktu bersamadi, kamu dan cahaya itu saling melindungi.
d.      Sembah roso artinya sejati ( roso sejati )
1.      Kita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptkan dan selanjutnya apakah tujuan hidupmu.
2.      Kita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan  keberadaan semua mahluk melalui  olah samadi  atau memahami   Sangkan Paraning Dumadi, hubungan harmonis antara kawula dan Gusti layaknya seperti manisnya madu dan madunya, tidak terpisahkan. 

jawa

SEDULUR PAPAT LIMA PANCER

Warisan leluhur
(“Papat Kiblat Lima Pancer” )

Pengertian: dalam wayang jawa.simbul:

Ing Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan, ana kono gambar Macan, Bantheng, Kethek lan Manuk Merak.

Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa. Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku :

Macan nggambarake nafsu Amarah,

Banteng nggambarake nafsu Supiyah,

Kethek nggambarake nafsu Aluamah,

lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah

SEDULUR PAPAT LIMA PANCER Njupuk sumber saka Kitab Kidungan Purwajati seratane  , diwiwiti saka tembang Dhandanggula kang cakepane mangkene:

Ana kidung ing kadang Marmati Amung tuwuh ing kuwasanira

Nganakaken saciptane Kakang Kawah puniku Kang rumeksa ing awak mami

Anekakake sedya Ing kuwasanipun Adhi Ari-Ari ingkang Memayungi laku kuwasanireki

Angenakken pangarah Ponang Getih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa Andadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha Kuwasanireku Jangkep kadang ingsun papat Kalimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang Ing tembang dhuwur iku disebutake yen ” Sedulur Papat ” iku Marmati, Kawah, Ari-Ari, lan Getih kang kaprahe diarani Rahsa. Kabeh kuwi mancer neng Puser (Udel) yaiku mancer ing Bayi. 

Cethane mancer marang uwonge kuwi. Geneya kok disebut Marmati, kakang Kawah, Adhi Ari-Ari lan Rahsa kuwi?.

Marmati iku tegese Samar Mati ! lire yen wong wadon pas nggarbini ( hamil ) iku sadina-dina pikirane uwas Samar Mati.

Rasa uwas kawatir pralaya anane dhisik dhewe sadurunge metune Kawah, Ari-Ari lan Rahsa kuwi mau, mulane Rasa Samar Mati iku banjur dianggep minangka Sadulur Tuwa.

Wong nggarbini yen pas babaran kae, kang dhisik dhewe iku metune Banyu Kawah sak durunge laire bayi, mula Kawah banjur dianggep Sadulur Tuwa kang lumrahe diarani Kakang Kawah.

Yen Kawah wis mancal medhal, banjur disusul laire bayi, sakwise kuwi banjur disusul wetune Ari-Ari.

Sarehne Ari-Ari iku metune sakwise bayi lair, mulane Ari-Ari iku diarani Sedulur Enom lan kasebut Adhi Ari-Ari Lamun ana wong abaran tartamtu ngetokake Rah ( Getih ) sapirang-pirang. Wetune Rah (Rahsa) iki uga ing wektu akhir, mula Rahsa iku uga dianggep Sedulur Enom.

Puser (Tali Plasenta) iku umume PUPAK yen bayi wis umur pitung dina. Puser kang copot saka udel kuwi uga dianggep Sedulure bayi.

Iki dianggep Pancer pusate Sedulur Papat.

Mula banjur tuwuh unen-unen “SEDULUR PAPAT LIMA PANCER” Ing Kekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut Gunungan, ana kono gambar Macan, Bantheng, Kethek lan Manuk Merak. Kocape kuwi mujudake Sedulur Papat mungguhing manungsa.

 Kewan cacah papat mau nggambarake nafsu patang warna yaiku :

Macan nggambarake nafsu Amarah,

Bantheng nggambarake nafsu Supiyah,

Kethek nggambarake nafsu Aluamah,

lan Manuk Merak nggambarake nafsu Mutmainah kang kabeh mau bisa dibabarake kaya ukara ing ngisor iki:

Amarah : Yen manungsa ngetutake amarah iku tartamtu tansaya bengkerengan lan padudon wae, bisa-bisa manungsa koncatan kasabaran,kamangka sabar iku mujudake alat kanggo nyaketake dhiri marang Allah SWT.

Supiyah / Kaendahan : Manungsa kuwi umume seneng marang kang sarwa endah yaiku wanita (asmara). Mula manungsa kang kabulet nafsu asmara digambarake bisa ngobong jagad.

Aluamah / Srakah : Manungsa kuwi umume padha nduweni rasa srakah lan aluamah, mula kuwi yen ora dikendaleni, manungsa kepengine bisa urip nganti pitung turunan.

Mutmainah / Kautaman : Senajan kuwi kautaman utawa kabecikan, nanging yen ngluwihi wates ya tetep ora becik.

Mula kuwi, sedulur papat iku kudu direksa lan diatur supaya aja nganti ngelantur. Manungsa diuji aja nganti kalah karo sedulur papat kasebut, kapara kudu menang, lire kudu bisa ngatasi krodhane sedulur papat. Yen manungsa dikalahake dening sedulur papat iki, ateges jagade bubrah.

Ing kene dununge pancer kudu bisa dadi paugeran lan dadi pathokan.

fungsi 4saudara kita

Mengenal dan manfaat
Saudara-saudara halus kita

Untuk mengingat kembali siapakan mereka itu, mereka itu selalu bersama kamu, menjaga kamu dimanapun kamu berada. Mungkin kamu tidak menyadari bahwa mereka itu menolongmu dalam setiap saat kegiantanmu, mereka akan senang, bila kamu memperhatikan mereka, mengetahui akan keberadaan meraka.

Adalah bijaksana untuk meminta mereka supaya berpatisipasi dalam setiap kegiatan yang kamu lakukan, seperti : minum, makan, belajar, bekerja, meyopir, mandi dam lain-lain.

Dalam batin kamu mengundang mereka, misalnya :

1. Semua saudara halusku, saya mau makan, bantulah saya ( ewang-ewangono ) artinya mereka itu akan membantumu, sehingga kamu selamat pada saat makan dam makanan itu juga baiak untukmu.

2. Semua saudara halusku, bantulah saya untuk menyopir mobil dengan selamat sampai kantor. Ini artinya kamu kan menyopir dengan selamat sampai ke kantor, tidak ada kecelakaan yang terjadi pada kamu, pada mobil dan yang lain-lain.

3. Semua saudara halusku, saya akan bekerja, bantulah saya supaya bisa meyelesaikan pekerjaan ini dengan baik dan lain-lain.

Tetapi kamu jangan meminta partisipasi mereka pada waktu kamu mau tidur, untuk hal itu kamu harus berkata : saya mau tidur lindungilah saya ( reksanen ) pada waktu saya tidur, kalau ada yang mengganggu atau membahayakan, bangunkanlah saya, sambil membaringkan badan ditempat tidur sebelum menutup mata, dengan meletakkan tangan kanan didada, menyentuh jantung, katakanlah : “ saya juga hidup “

Dengan mengenali mereka artinya kamu memperhatikan mereka dan sebaliknya mereka pun mengurusi kamu. Kalau kamu tidak memperhatikan mereka, mereka tidak akan berbuat apapun untuk menolongmu, mereka mengharap supaya secepatnya kamu kembali ke asalmu, supaya mereka itu secepatnya terbebas dari kewajibannya untuk mendampingimu. Ketika kamu kembali kealam kelanggengan, mereka juga akan pergi dan berharap diberi kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dilahirkan sebagai manusia dengan jiwa dan raga dalam hidup baru mereka di dunia.

Weton adalah peringatan hari lahir seseorang yang terjadi setiap 35 hari sekali. Untuk orang Jawa tradisional mengetahui wetonnya itu penting dan harus diingat kapan wetonnya itu, dengan mengetahui tanggal, bulan, tahun kelahiran seseorang bisa ditentukan hari wetonnya.

1.     Pada saat weton biasanya akan dibuat semacam sesaji sederhana yang berupa secawan bubur merah putih dan satu gelas air hangat. Pemberian ini adalah untuk saudara-saudara halus, dengan mengatakan: ini untuk semua saudara halusku, aku selalu ingat kamu, mengenali kamu, maka itu bantulah dan jagalah aku. Sesaji sederhana ini juga untuk mengingatkan dan bersyukur kepada ibu dan ayah, karena melalui merekalah kamu dilahirkan dan hidup di dunia ini. Selanjutnya untuk mengingat dan menghormati para leluhur dab yang paling penting untuk mengingat dan memuji Sang Pencipta Hidup, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Cara yang lengkapuntuk meyebut saudara-saudara halus tersebut adalah : Mar marti, kakang kawah, adi ari-ari, getih puser sedulur papat, kalimo pancer .

–  Bantulah saya ………..(katakan apa keperluanmu)
–  Jagalah saya pada waktu saya tidur

Sebaliknya kamu menyebut nama mereka dengan lengkap sehingga kamu menjadi biasa dengan mereka (jumbuh) misalnya untuk beberapa bulan. Sesudah itu kamu boleh memanggil mereka semua : saudara halusku.
Tetapi pada saat kamu berdoa atau meditasi, kamu menyebut dengan nama lengkap, juga pada saat kamu memberikan sesaji untuk mereka, katakanlah nama mereka satu demi satu. Kamu hendaknya tahu bahwa kakang kawah dan adi ari-ari adalah yang paling banyak membantu kamu. Kakang kawah selalu berusa dengan sebaik-baiknya supaya semua keinginan dan usahamu terealisir sedangkan adi ari-ari selalu berusaha menyenangkan kamu.
Oleh karena itu pada saat kamu akan melakukan hal yang penting atau sebelum berdoa, sesudah menyebutkan nama lengkap mereka satu persatu, ulangi lagi dengan menyebut kakang kawah dan adi ari-ari untuk membantumu.

2.    Selain memberikan sesaji kepada saudara-saudara halus kamu bisa menyucikan diri, antara lain dengan cara berpuasa selama 24 jam, hanya makan buah dan sayuran ; makan nasi putih dan minum air putih ; tidur sesudah tengah malam atau tidak tidur sama sekali dan lain-lain.

Ada juga yang melakukan selama tiga hari berturut-turut, yaitu satu hari sebelum weton, pada saat weton dan sehari sesudah weton yang disebut Ngapit.dengan selalu meminta partisipasi dari saudara-saudara halusmu, ini berarti kamu aktif secara lahir maupun batin
Yang melakukan sesuatu itu bukan hanya aku, tetapi Ingsun yaitu aku-lahir, luar (jobo) bersama dengan aku dari batin (jero). Maka itu orang Jawa yang mau melakukan hal penting berkata : Niat Ingsun.

Dengan melakukan laku spiritual seperti tersebur diatas, biasanya orang berharap supaya hidupnya selamat dan sejahtera, atau untuk penghayatan ilmu sejati merasa lebih dekat kepada hidup sejati atau kasunyatan

Sedulur Papat Limo Pancer

ILMU  SEDULUR PAPAT KALIMO PANCER

Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh dengan ini ingin sekali membagikan sebuah amalan batin yg berfungsi utk menyelesaikan segala hajat atau segala problematika yg biasa menghampiri semua sedulur agar mudah terselesaikan dalam hidup ini…..
Ilmu yg ini adalah sebagai jalan lain
INSUN SEJAT
Dan perihal keilmuan yg saya posting ini…..adalah jalan lain bagi ..tetapi tetap menggunakan sumber kekuatan yg sama …..adalah sedulur batin bagi diri manusia….yang nantinya bisa ke arah kekuatan Ingsub Sejati.
Setelah saya baca dan pahami saya mencoba mencari suatu jalan lain yg lebih simple….lebih mudah…..tp inti dari kekuatan itu tetap sama dari budi daya Ingsun Sejati……
Setelah saya kaji dan kaji….mencari jalan lain yg lebih simple….ternyata saya memenuhi jalan buntu…..
Hingga pada Akhirnya…..melalaui Ilmu Pemanggilan Roh yg pernah saya posting…..saya mencoba memasuki Alam Bukrotowwasillah…….dan saya sengaja ingi bertemu dengan guru saya Syech Siti Jenar……di alam tsb……
Saat pertemuan saya dengan Syech Siti Jenar tsb…….beliau MEMBERIKAN SEBUAH AMALAN ILMU…..nah amalan ilmu tersebut saya beri nama ILMU PEMBANGKIT THE POWER SEDULUR PAPAT KALIMO PANCER…..
Adapun menurut Syech Siti Jenar…..Amalan ini Asalnya beliau dapat dari Sunan Kali Jaga…..krn sebenarnya antara Syech Siti Jenar dan Sunan Kali Jaga itu merupakan Teman Seperguruan dari Satu Guru…….Sunan Bonang.
Tapi ILmu ini di dapat Sunan Kali Jaga…..dari seorang Adipati……yg mana saat ini Sunan Kali Jaga Masih Menyandang nama terkenal dg sebutan BRANDAL LOKAJAYA…..
Itupun menurut keterangan Syech Siti jenar kepada saya saat beliau memberikan amalan ilmu ini kepada saya……Yang mana kata beliau…..Ilmu ini dulu pernah menjadi Sumber Ilmu Kesaktian yg di miliki Sunan Kali Jaga saat menjadi Brandal Lokajaya…..
Adapun Ilmu tersebut sumber kekuatan nya bukan dari luar…..tetapi dari dalam diri sendiri…..atau bisa juga di sebut INGSUN SEJATI….
Ilmu ini MENYELARASKAN KEKUATAN SEDULUR PAPAT KALIMO PANCER……sehingga kekuatan tersebut bisa di olah dalam diri yg memakai DOA MANTRA KHUSUS…..utk membangkitkan power sedulur papat kalimo pancer……sehingga power yg di olah melalui Mantra tsb…….bisa di gunakan utk mengatasi segala permasalaha sehari hari……atau lebih tepatnya ilmu ini bisa di katakan Multi fungsi……
Sebenarnya menurut Syech Siti jenar….ilmu ini masih ada kaitanya juga dengan Ilmu Hakikat Makrifat…..krn sesungguhnua sesuatu yg di kaji dalam diri…ada hubunganya dengan Ilmu Ketuhanan…..krn kata Syech Siti Jenar……Man Arafa Nafsahu faqod Arofa Robbahu…..yg artinya….Siapa orangnya yg bisa melihat dirinya sendiri….maka ia akan bisa melihat Tuhan nya.
Jadi sebenarnya dalam mendalami ilmu ini……murni TANPA PUASA…..JUGA TANPA ISIAN JUGA TANPA RITUAL……
KUNCI NYA YAKIN PADA KEKUATAN DARI DIRI SENDIRI YG MANA KEKUATAN TERSEBUT SUMBERNYA LANGSUNG DARI ALLAH…….
Inti dari Ilmu Ini adalah mengenal Diri nya sendiri……sehingga ilmu ini mampu membangkitkan power dari Papat Kalimo Pancer…….kekuatan dari Sedulur Papat tersebut di selaraskan agar menyatu di Badan krn itu di sebut juga Kalimo Pancer……SEHINGGA NANTINYA BISA DI MANFAATKAN UTK APA SAJA……ATAU SEGALA HAJAT…………
Langsung saja pada Ilmu Pembangkit The Power Sedulur Papat Kalimo Pancer.
Adapun Doa Mantra yang di ajarkan oleh Syech Siti Jenar utk bisa Membangkitkan Power dari Sedulur Papat Kalimo Pancer tsb Sehingga bisa di gunakan utk berbagai hajat dlm kehidupan adalah sbb
Bismillahirrohmanirrokhim ( ini di baca sekali di awal saja )
BIS TEGUH.BIS TEGUH.BIS TEGUH.
DZAT KUAT.DZAT KUAT.DZAT KUAT.
LAH ASIH.LAH ASIH.LAH ASIH.
DZATULLOH.
SIFATULLOH.
WUJUDULLOH.
KUN FAYAKUN.
Adapun cara nya adalah
Anda duduk bersila ambil sikap semadi atau meditasi

Saat itu anda ambil sikap pasrah
Niatkan utk membangkitkan kekuatan Sedulur Papat Kalimo Pancer
Konsentrasikan di Mbun Mbun an atau Cakra Mahkota
lalu baca doa mantra DALAM HATI.
baca mantra sebanyak banyaknya seikhlasnya gak usah di hitung tapi ikhlas
Rasakan ada proses penyelarasan dalam tubuh berupa Energi yg Mengalir dari Mbun Mbunan ke seluruh tubuh.

LAKUKAN MEDITASI MANTRA diatas waktu bebas penting suasana tenang lakukan selama

semangat!!!