loading...
Showing posts with label zat alif satunggal. Show all posts
Showing posts with label zat alif satunggal. Show all posts

Sunday, May 5, 2019

Ajaran syekh siti jenar, Dzat Ali Satunggal

Dzat Alif Satunggal
Alif Ismullah (nama Allah), Yang Tiada Tuhan SelainNYA, DIA selalu hidup, Maha Mandiri dan Maha Kuasa

Tauhid Jati Diri
KETERANGAN BANGSA CHUKMI 4 PERKARA
1. Jalannya mati
2. Hilangnya mati
3. Selamanya mati
4. Tempatnya mati.
Empat Perkara tersebut pembukaan ghaibnya dzat gusti, oleh karena itu sayangilah, setelahnya terima keterangan yang dibawah ini :
1. Jalannya Mati
Jalannya mati ialah Hidayatullah, maksudnya menunjukan keraton yang dirakit didalam tubuh manusia jadi dzatnya yang tidak pindah lagi.
2. Duduknya Mati
Duduknya mati itu petunjuk gusti yang selamat dari keadaan jati, artinya tahu kesempurnaannya.
3. Ketemu Mati/Selamanya Mati
Ketemu mati/selamanya mati ialah sabar, artinya pasrah segala-galanya kepada gusti = Iradatullah.
4. Tempatnya Mati
Tempatnya mati itu adanya didalam pekerjaan gusti, maksdunya ialah sempurnanya dzat yang mempunyai sifat esa, supaya diketahui keterangannya dibawah ini :
1. Sahadat tidak pakai Iman
2. Takbir tidak pakai Tauhid
3. Syariat tidak pakai Ma’rifat
Sahadat tidak pakai iman nyatanya tunggal, Takbir tidak pakai Tauhid kenyataannya hilangnya tunggal, yang senang didalam dzatullah yang tunggal yang senang kepada sifatullah = yang sempurna sifatnya.
Ini menerangkan waktu roh mulai keluar ;
1. Mula-mula dari badan ; ialah dari telapak kaki pujinya Layakrujullah Ilallah.
2. Roh jalan lagi, berhenti di dengkul pujinya Illhuallah
3. Roh jalan lagi, berhenti di puser pujinya Lamujudwani Ilallah
4. Roh jalan lagi, berhenti di hati pujinya Yahuilallah
5. Roh jalan lagi, berhenti dilaki-lakian pujinya Yuwailallah
6. Roh jalan lagi, berhenti dimuka pujinya Hakilallah
7. Roh jalan lagi, berhenti dimata pujinya Nyawa sih badan sepi.
Adapun ghaibnya, kenyataannya ada 6 perkara :
1. Jaman geraknya jati rupanya hitam, jaman yang keluar dari badan kita pribadi.
2. Melihat warna merah, pekerjaan yang masih samar-samar
3. Melihat warna kuning, itupun masih remang-remang
4. Melihat warna putih, itu tandanya sudah kumpul, jadi keadaan jati yang tunggal gilang gemilang cahayanya, itulah tanda bayangan dari keadaan jati yang sempurna, yang terang tidak ada yang menghalanginya, tapi walaupun demikian belum sampai juga sebab masih jauh dari rasa gaib. Dari itu harus percaya kepada qudrat yang kuasa. Tauhid maksudnya pasrah kepada kehendaknya, ma’rifat maksudnya tahu kepada ilmunya, islam maksudnya selamat dari ilmunya.
5. Melihat yang belum tahu pada warna. Sejati yang mulya tak ada batasnya.
6. Lengkap riwayatnya waliullah yang menerima anugerah yang maha suci, hanya sayang sebagian masih dirahasiakan oleh para wali-wali.
Artinya Nabi itu Nabat ( tumbuhan )
Muhammad itu Dzat (darah)
HARI YANG 7 DI DALAM ANGGOTA MANUSIA
No Hari Naptu Sifat Nabi Malaikat Istri hari
1. Minggu 5 Matahari Isa/Musa Isrofil Widaningsih
2. Senin 4 Kembang Ibrahim/Ahmad Isroil Sukasari
3. Selasa 3 Api Yusuf/Yunus Jaruman Ratna Ningsih
4. Rabu 7 Daun Ibrahim/Nuh Haruman Ratna Komala
5. Kamis 8 Mega Sulaiman Mukarobin Mayang Sari
6. Jum’at 6 Air Muhammad Jibril Ratna Ningrum
7. Sabtu 9 Bumi Adam Mikail Arum Sari
KETERANGAN 30 HURUF HIJAIYAH ; 3
No Nabat No Hewan No Manusia
1. Alif = Nama 11 Jai = Kulit 21 Kop = Kaki kanan
2. Ba = Bahan 12 Sin = Darah 22 Kap = Kaki kiri
3. Ta = Rambut 13 Syin = Daging 23 Lam = Berdirinya
4. Tsa = Kuping 14 Sod = Tangan 24 Mim = Jantung
5. Jim = Mata 15 Do = Tulang 25 Nun = Empedu
6. Ha = Hidung 16 To = Sumsum 26 Waw = Hati
7. Ho = Ucpan lidah 17 Dho = Lamat 27 Ha = Limpa
8. Dal = Lidah/urt bsar 18 Ain = Nafas 28 Lam alif = Mamaras
9. Zal = Laki-lakian 19 Gin = Usus 29 Hamza = Tegasnya
10. ro = Rasa 20 Pa = Ginjal 30 Ya = Manusia
KETERANGAN HAK 30 HURUF – 2 = 28 HURUF
Hak Tuhan Hak Malaikat Hak Nabi
Sa = Kuping Kap = Kaki kiri Ain = Nafas
Jim = Mata Lam = Berdirinya Gin = Usus/Peujit
Ha = Hidung Mim = Jantung Pa = Ginjal
Ho = Mulut Nun = Empedu Kop = Kaki kanan
Hak Bapak Hak Ibu Hak Kita Hak Saudara
Ta = Rambut Ro = Urat Ha = Limpa Dal = Lidah
Waw = Hati Jai = Kulit Lamalif = Mamaras Zal = Laki-lakian
To = Sumsum Sin = Darah Hamza = Wjdnya/tgsnya Sod = Tangan
Dho = Lamat Syin = Daging Ya = Manusia Dod = Tulang
HAK ANGGOTA YANG 7
1. Nabi Ibrahim = Nyawa = Wujud = Ada
2. Nabi Yusuf = Cahaya = Sifat = Rupa
3. Nabi Isa = Roh = Johia = Nyata
4. Nabi Muhammad = Nur = Roh = Kedalam
5. Nabi Musa = Ceritaan = Nafas = Keluar
6. Nabi Daud = Suara = Hawa = Darah
7. Nabi Sulaiman = Kesaktian = Nafsu = Tulang
KETERANGAN ALLAH PADA HAKIKATNYA
۱ﻞ ﻞ ﻫ ﱠ
Hakikatnya
Alif = Allah ۱ = Jibril = Nafas
Lam = Ta’bil ﻞ = Mikail = Tanafas
Lam = Jalala ﻞ = Isrofil = Anfas
Ha = Adadah ﻫ = Isroil = Nufus
ώ Haruman, Jaruman, Mukarobin > Nafas Nafsiyah
BERDIRINYA MANUSIA SEMPURNA
Nitis – Nufus – Nusur – Langgeng
Nitis artinya matinya balik lagi rohnya ke anak cucunya
Nufus artinya matinya sudah janji akan nyusul ke anak
Nusur artinya cucunya (mati didalam hidup) awet hidupnya
Langgeng artinya hidupnya bisa gonta-ganti rupa
Allah itu ada berapa kalimah ? 4 hurup ke 5 tasjid, apa wujudnya Allah itu ? wujudnya nafas.
Inama sodokati lil fukaro wal masriki wabinis sabil.
Inama = pekerjaan. Sodokat = yang sungguh-sungguh
Lilfukaro = keluar dari pikiran sendiri
Wal masriki = yang betul harus dipikirkan.
Maka hal ini dapat kiranya betul-betul dihayati, bahwa sifat Allah itu ada pada manusia-manusia itu sendiri.
ARTINYA UCAP MANUSIA
Mim = Muhammad Ma = Maha Suci
Nun = Nukat Ghaib Nu = Nurullah dari Bapak
Sa = Rasul Si = Syirullah dari Ibu
Waw = Adam (jasad badan) Ya = Jadinya kita
KETERANGAN BANGSA PANGERAN DAN ABDINYA
No Bangsa Allah No Bangsa Pangeran No Bangsa Muhammad
1. Syir 1. Pangucap 1. Wujud
2. Budi 2. Pangambue 2. Ilmu
3. Cipta 3. Pangrungu 3. Nur
4. Rasa 4. Paninggal 4. Suhud
No Bangsa Rosul No Bangsa Adam No Bangsa Kaula
1. Nafas 1. Adam Sarpin = Roh kudus 1. Wadi = Bunder
2. Tanafas 2. Adam Syaraf = Roh rohani 2. Madi = Putihnya
3. Anfas 3. Adam Mungkin = Roh idofi 3. Mani = Hitamnya
4. Nufus 4. Adam Akal = Jasmani 4. Manikem = Anaknya
TITIPAN YANG ADA DI MANUSIA
Dari Allah = Syir, Budi, Cipta, Rasa
Dari Pangeran = Pengucapan, Penciuman, Pendengaran, Penglihatan
Dari Rosul = Mafas, Tanafas, Anfas, Nufus
Dari Bapak = Kulit, Tulang, Akal, Urat
Dari Ibu = Daging, Darah, Jeroan, Sumsum
SAUDARA 7 YANG BARENG LAHIR
1. Sang Pamuntas Jalan = Leluhur
2. Sang Banyu Kang Kawa = Air Ketuban
3. Sang Pasiliran Jati = Bungukusan Otak
4. Sang Tali Ari-Ari = Tali Ari-Ari
5. Sang Godebal Jati = Bali
6. Sang Kutu Watun = Darah
7. Sang Malaikat Ireng = Kalangkang (Bayangan)
ISLAM DI DALAM ISLAM
ROHUM BASIRUN QUDRAT ALLAH
Angin Syir Yang Memetukan Ikro
Lailahailallah Itu Ada 40 Akoid = 1 Seharusnya
Muhammadurasulallah Ada 9 Akoid
20 Wajibnya Ibu 9 Rosulnya Istri (Bini)
20 Mustahilnya Bapak 1 Seharusnya Anak
Jumlah 50 Akoid, Duliman 1 Seharusnya
Ibu = Ya Ilahi = Jibril
Bapak = Ya Robbi = Mikail
Kita = Ya Saidi Ya Maulana = Jaruman
Ibu Perempuan = Ya Allah = Isrofil
Ibu Lelaki = Ya Tuhanku = Isroil
Istri = Ya Robal = Mukarobin
Anak Kita = Arsil Ajina = Haruman
KETERANGAN ۱ب س ﻢ
Alif Sifatnya Wujud = Allah = Kita = Allah
Ba Sifatnya Basirum = Langit = Bapak = Bahan Kita
Sin Sifatnya Samiun = Air = Syir = Suci
Mim Sifatnya Mutakalimun = Bumi = Ibu = Maha Suci
Orang Nafsiyah Wujudnya Nafas
Orang Penglihatan Wujudnya Mata
Orang Pendengaran Wujudnya Kuping
Orang Ceritaan Wujudnya Mulut
ISLAM ADA 4 PERKARA
1. Syariat = Peraturan-Peraturan Bersumber Di Badan
2. Tarikat = Perbuatan Bersumber Di Hati
3. Kahikat = Kelakuan Bersumber Di Nyawa
4. Ma’rifat = Nyata Bersumber Di Rasa
Allah Yang Memberi Hidup
Muhammad Adalah Qadam/Roh
Rosul Adalah Hidup/Nafas
Adam Adalah Jisim (Badan)
Muhammad Yang Menanggung Wujud
Rosul Yang Menanggung Hidup
Alif Bismillah, Berkatnya Alif Bismillah, Alif Jadum Muhammad Jadum, Jadum Ilallah, Saran Kana Mimbaki Bakiyan Ilallah
ﺍ ﻠﻪ ﻫﺪ
40 Ideran = 11 – 7 Anggota 4 Anasir 42 Pal Nabi = 11 – 7 Hari
4 Madzhab (2 Antara 2) Timur, Barat, Selatan, Utara
4 Anasir = Air, Api, Angin, Bumi
Dibawah Bumi Di Atas Bumi
Bulan Air, Api, Angina, Tanah
Bintang Manusia, Hewan, Tumbuh-Tumbuhan
Matahari
7+5 =12 …..? 7=3 Hewan 1 Seharusnya 3 Bulan, Bintang, Matahari. 5 – 4 Huruf Kelima Tajwid.
30 Huruf 9 Roh Terjadinya Nafas Didalam Ideran Badan Kita Yang Masuk 7 Anggota Diantara Lelaki Dan Wanita.
KETERANGAN TAJWID
Islam Itu Harus Sholat Yang Tak Ada Hentinya.
Dalilnya Tajwid = Mukhalapatu Lilhawadisi.
Dalilnya Islam = Hayatun Bihayatin Daiman Abada
KETERANGAN BAHAN/WIJINING MANUSIA
1. Wadi
Rupanya Merah, Kejadiannya Darah Kita Pujinya Layakrifu Ilallah
2. Madi
Rupanya Hitam, Kejadiannya Air Kita Pujinya Lamakliuda Ilallah
3. Mani
Rupanya Putih, Kejadiannya Akal Pikiran Kita Pujinya Lahuyuda Ilallah
4. Manikem
Rupanya Kuning, Kejadiannya Cahaya Kita Pujinya Lamayuda Ilallah
KETERANGAN ANASIR MANUSIA
1. Asal Bumi  
Rupanya Hitam, Kejadiannya Wujud Kita Hakikatnya Dzat Kita, Jadinya Kulit Daging. Pujinya Ashadu Ala Ilahailallah
2. Asal Api   
Rupanya Merah, Kejadiannya Nur Sifat Kita Jadinya Urat Tulang. Pujinya Wa Ashadu Ana Muhammadaraulallah
3. Asal Angin
Rupanya Kuning, Kejadiannya Ilmu Kita, (Af’al Kita) Jadinya Akal Pikiran, Pujinya La Syarikalahu Lailahaila Ana
4. Asal Air   
Rupanya Putih, Kejadiannya Suhud Kita Hakikatnya Asama Kita, Jadinya Darah Sumsum, Pujinya Sahidna Allampusihin Wa Sabit Indana Inahu Lailahailahua.
KETERANGAN ANASIR MUHAMMAD
1. Bumi Barba               = Ratunya Bumi, Jadi Jisimnya Muhammad
2. Api Mur Kadim        = Ratunya Api, Jadi Cahayanya Muhammad
3. Angin Abdul Somad = Ratunya Angin, Jadi Nyawanya Muhammad
4. Air Sarbantaburan  = Ratunya Air, Jadi Hidupnya Muhammad
KETERANGAN ANASIR JADINYA SHOLAT
1. Asal Api       = Syariat Jadi Berdirinya Sholat
2. Asal Angin  = Tarekat Jadi Rukunya Sholat
3. Asal Air       = Hakikat Jadi Sujudnya Sholat
4. Asal Bumi   = Ma’rifat Jadi Lungguhnya Sholat
KETERANGAN SHOLAT
1. Sholat Wujud = Adanya Didalam Ening, Adanya Didalam Langgeng, Aku Dzatnya Langgeng.
2. Sholat Daim = Ada Rasa Dalam Polah, Ada Olah Dalam Olah, Aku Polahnya Allah
3. Sholat Mutlak = Akulah Akunya Allah
4. Sholat Tul Kusta = Sang Hitam Ada, Ada Dalam Rasanya Sang Ening Ada Dalam Rasa, Akulah Sejatinya Rasa
5. Sholat Jati Sebelum Ada Sholat
Sukma Sejatinya Badan Darahnya Hati Dan Jantungnya Hati, Air Rohnya Hati, Darahnya Maras Rupanya Jantung, Ada Pada Lengkungan (Lobang-Lobang) Tegak Di Tengah-Tengah Jantung Usholi Itu Hidup, Wujud Hidup Itu Sujud, Langgeng Pada Sukma Sejagat, Sungguh Eling Hidup Ta Kena Pati Allahu Akbar Waliyat Jati Sukmanya Kulit, Sejatinya Sukma, Kuliyat Jati, Daniyat Jati, Sukmanya Daging Likasan Jati, Sukmanya Sumsum, Putih Dari Si Bapak, Merah Dari Si Ibu, Adanya Allah Kudratullah, Rosulallah, Bismillahirrohmannirohiim Hidup Dzatullah Allahu Akbar, Aruku (Sujud) Pada Sukma Sejagat Langgeng Hidup Dzatullah, Sujud Ashadu Hidupku Dan Sukma Sealam Hidup Tak Kena Pati, Aku Yang Langgeng Diri Pakaiannya Sholat Hajad Seperti Aji (Ilmu)
KETERANGAN HATI YANG 4 PERKARA
1. Hati Sanubari = Wisesanya Rasa, Rupanya Hitam, Bagiannya Kaharullah, Tempatnya Di Alam Sulfil. Pujinya Allah-Allah Itu Sempurnannya Ucapan (Mulut).
2. Hati Makrowi = Purbanya Rasa, Rupanya Merah, Bagiannya Kamalullah, Tempetnya Dialam Sulbi, Pujinya Allah-Allah, Itu Sempurnanya Pamiarsa (Telinga).
3. Hati Sirri = Sempurnanya Rasa, Rupanya Kuning Bagiannya Jalaullah, Tempatnya Di Alam Tapek, Pujinya Hu-Hu Itu Sempurnanya Pangambue (Hidung).
4. Hati Fuad = Sirnanya Rasa, Rupanya Putih, Bagiannya Jamalullah, Tempatnya Di Alam Sabit, Pujinya Analhaqa 3x Itu Sempurnanya Paninggal (Mata)
KETERANGAN NAFSU YANG 4 PERKARA
1. Loamah (۱ ) Alif Adanya Di Mulut = Asmanya Hidup, Rupanya Didalam, Bagiannya Mulut, Tempatnya Di Kadut, Pujinya Yahu-Yahu, Sempurnanya Cipta Cipta.
2. Amarah ( ﻞ ) Lam Ta’bil, Adanya Di Kuping = Sifatnya Hidup, Rupanya Merah, Bagiannya Di Kuping, Tempatnya Jantung, Pujinya Ilahu-Ilahu, Sempurnanya Syir Dan Angan-Angan.
3. Supiah/Sawiyah ( ﻞ ) Lam Jalala, Adanya Di Mata = Af’alnya Hidup, Rupanya Putih, Bagiannya Dimata, Tempatnya Di Hamperu, Pujinya Imanahau-Imanahu, Sempurnanya Bergerak Dan Diam.
4. Mutmainah ( ﻫ) Ha Adalah,, Adanya Di Hidung = Dzatnya Hidup, Rupanya Kuning, Bagiannya Di Hidung, Tempatnya Pada Pepesuh, Pujinya Hu, Hu, Hu, Sempurnanya Budi Dan Rasa
KETERANGAN NAFAS YANG 4 PERKARA
1. Nafas
Talinya Hidup, Talinya Roh Rupanya Hitam, Bagiannya Af’alullah, Adanya Pada Ucapan (Mulut) Pujinya La Ilahailallah Sempurnanya Kulit Dan Daging.
2. Tanafas
Pamiarsanya Roh Rupanya Kuning, Bagiannya Asmaullah Ada Pada Hidung, Pujinya Allahu-Allahu Itu Sempurnanya Tulang Dan Urat.
3. Anfas
Tempatnya Roh, Rupanya Merah, Bagiannya Sifatullah Ada Pada Punggung, Pujinya Allah-Allah, Itu Sempurnanya Darah Dan Sumsum.
4. Nufus
Penglihatan Roh, Rupanya Putih, Bagaiannya Dzatullah Ada Pada Awasnya Mata (Penglihatan), Pujinya Yahu-Yahu Itu Semprunanya Kekuatan Nafsu.
KETERANGAN AGAMA ISLAM
Agama Islam Terdiri Dari 4 Perkara, yaitu :
1. Syariat
Badan Bersumber Dari Otak, Imannya Hidayatullah, Yang Dilakukan Oleh Orang-Orang Syariat Wudhu Dengan Air, Batalnya Kalau Kentut, Sholatnya Maktuba, Lakunya Ruku, Sujud. Sempurnanya 4 Perkara
1. Senang Ujub Dan Takabur
2. Kalau Diundang Dapat Berkat
3. Menang Sendiri, Janjinya Tidak Tepat Dan Ujub Kalau Tamat Pengajiannya.
4. Takabur Kalau Melakukan Sholat 5 Waktu, Menetapkan Dirinya Tidak Ke Neraka Pasti Ke Syurga.
2. Tarekat
Hati Bersumber Dari Hidung, Imannya Sadrah Yang Dilakukan Wudhu Temen (Kesungguhan Hati), Batalnya Kalau Bohong, Sholatnya Daim, Lakunya Sopan Santun, Sempurnanya 14 Perkara :
1. Mengurangi Datangnya Penyakit
2. Mengurangi Tidur Dan Meleknya
3. Dengan Sungguh Berbaktinya
4. Dengan Tenang Pikirannya
5. Dimana Saja Ia Berbakti
6. Berbaktinya Ditempat Sepi Dan Tenang
7. Ditempat Yang Gelap Ia Berbakti
8. Permohonannya Menyerupai Rakyat Jelata
9. Malu Baktinya Ditengah-Tengah Pasar
10. Memalukan Baktinya Berdiri Ditengah-Tengah Pekarangan
11. Waktu Memberi Tidak Dengan Perhitungan
12. Harus Bersedih Dalam Pembicaraannya
13. Setelah Memberi Tidak Mengharapkan Imbalan
14. Sebelumnya Mempunyai Perasaan Sendiri.
3. Hakikat
Nyawa Bersumber Ditelinga, Imannya Maksum Yang Dilakukan, Wudhunya Eling (Ingat), Batalnya Kalau Lupa Sholatnya Tulkusta, Kelakuannya Tidak Sombong, Sempurnanya 5 Perkara.
1. Merdeka Dalam Badannya
2. Bersih Dalam Kalbunya
3. Suci Hatinya
4. Mulya Namanya
5. Sempurna Penglihatannya.
4. Ma’rifat
Rasa Bersumber Dimata, Imannya Yakin Wudhunya Tidak Melihat, Batalnya Kalau Melihat Sholatnya Dulkaji, Lakunya Tasdik, Sempurnanya 9 Perkara
1. Hilang Kalbunya
2. Kosong Sukmanya
3. Adanya Ditempat Yang Agung
4. Tak Ada Sembah Dan Pujinya
5. Iya-Iya, Tidak-Tidak
6. Bicaranya Dengan Kenyataan
7. Halus Tak Dapat Diambil
8. Bisa Masuk Walau Keureub
9. Digjaya Segala-Galanya, Bisa Masuk Tanpa Bolong.
KETERANGAN SAHADAT YANG 4
1. Syariat
Niatku Mengucapkan Dua Kaliamt Shadat Sekali Untuk Seumur Hidup
2. Tarekat
Niatku Mengucapkan Sahadat Panglawangan Pati Miyas Baginda Rosul Dari Otak, Otak Yang Menjadikan Adanya Pati, Menciptakan Mati Dan Hidup, Hidup Yang Tak Mati, Tetap Yang Tak Berubah.
3. Hakikat
Ashadu Ada Dia Ada Aku, Allahu Sifatku, Salallahu Tuhanku Menunjukan Jalan Terang, Hidup Tan Kena Pati, Eling Yang Tak Bisa Lupa, Mekrat Tan Kena Rusak, Dzat Ilang Pulang Ke Dzatullah, Lailahailallah Muammadarasulallah.
4. Ma’rifat
Asihku Asalku Dari Dzatullah, Du Itu Waktu Aku Diadu Celentang Dan Tengkurab Ibu Dan Bapak Ku, Bumi Dan Langit, Roh Masuk Kedalam Jisim (Badan) Baru Adanya Pangeran (Tuhan). Muhammad Yang Menanggung Dzat, Rosul Yang Menanggung Hidup, Ragaku Darmaku, Baik Buruknya Terserah Kepada Tuhan Dan Hatiku.
KUMPULAN SAHADAT
1. Sahadat Tauhid
Ashaduanla Ilahailallah, Wa Ashadu Lasyarikalahu
2. Sahadat Rosul
Wa Ashadu Ana Muhammadan Abduhu Warosuluhu
3. Sahadat Kita
Nawaitu Anukirro/Ukina Sahdataini Kalimat Taini Kumuro Murotaini Alaiya Watuni Muslimin.
4. Sahadat Anggota
Fikulli Walau Hakim Wanafsin Adadah Mawasi Ahu Bilahi Ta’ala Umani Ilallah.
5. Sahadat Fatimah
Cur Banyu Suci Mulia,
Cai Suci Badan Sempurna,
Hurip Langgeng Sejatining Langgeng,
Putih Hurip Langgeng Badan Kalwan Nyawa Mur Suhud Dzat
Lailahailallah Muammadarasulallah.
6. Sahadat Rasa
Ashadu Sahadat Rasa,
Rumasa Kaula Tarima Suku Putu Nabi Adam,
Umat Kanjeng Nabi Mumammad, Agama Nabi Ibrahim.
Lailahailallah Muammadarasulallah.
7. Sahadat Syehk Abdul Qodir Jailani
Ya Hayu Ya Qoyum Ya Muzijat Karomah Safa’at Syehk Abdul Qodir Jaelani.
Maha Abdi, Junjungan Abdi Kanjeng Gusti Rosul Allah,  Safa’atan Abdi Gusti, Ku Safa’at Gusti, Rosulihi 3x Ya Qutubihi 3x Ya Robani 3x Anbia 3x Kul Malikul Kudus Ala Kulli Syai’in Qodir. La Haula Wala Kuwata Ila Bilahil Aliyil Adzim.
8. Sahadat Sejati
Sahadat Sejati, Sejatining Shadat Los Digelarkeun Sa’alam Dunia, Adat Pada Mawa Sorangan-Sorangan, Sahadat Sejati Boga Beurang Makam Sejati, Keluar Ti Makam Sejati, Aya Manusia Nu Sejati, Hirup Sejati Asup ka Manusia Sejati, Sejatining Manusia Sejati Sejatining Manusia, Ana Boga Imah dibabawa, Boga Batur Allah Pangeran.
9. Sahadat Japura
Ashadu Ana Siji Allah Ila Ana Loro Sadat Japura Tunggal Negara,
Allah Kang Ngewarasakeun, Pangeran Kang Ngewarasakeun, Roh Kang Ngewarasana, Lailahailallah Muammadarasulallah.
10. Sahadat Sunda
Ratu Sunda Saking Gunung Kudratullah Nyi Baguse Sawung Galing Komala Satra, Panembahan Madurasa, Ratu Weruh Kang Ora Tanana Guru Ratu Sejagad Buana.
11. Sahadat Galuh
Ingsun Ratu Galuh, Taji Malela,
Sri Putih Den Jol Jani Ratu Nokat.
Syehk Lanang, Sunan Jati, Pangeran Kali Jaga
Syehk Lanang, Sunan Jati, Pangeran Karang Kendal
Syehk Lanang, Sunan Jati, Pangeran Purawana
Geura Paesan Japura Nyi Mas Pamuragan Aya Baya 3x.
12. Sahadat Cirebon
Ashadu Sahadat Santal Geriming Bumi Gelung Pasang Tunggal Anak-Anak Nabi Allah Sucining Di Sawarga, Panutup Pangancing Rasa Ka Rosul, Rasa Kabadan ………. Sukma Langgeng Sukma Pancer, Sukma Pancer Gunung Jati Sukma Rohing Nyawa, Sukma Sejatining Hurip Sukma Nu Medal Rat Sajagad Kabeh, Rong Ing Gogodongan Nu Metu Jadina Beurang, Nu Nyata Jadina Peuting, Rat Langgeng Salawase.
PECAHAN SAHADAT
Sa’ adatnya Yang Diminum Itu Minuman
Sah’ Adatnya Minum Harus Kemulutkan
Saha’Datnya Yang Membikin :
1. Dari Rohman Qodrat Jadi Anggota
2. Dari Rohim Qodrat Jadi Kekuasaan
3. Dari Rohman Irodat Jadi Jantung
4. Dari Rohim Irodat Jadi Kemauan
5. Dari Rohman Ilmu Jadi Otak
6. Dari Rohim Ilmu Jadi Elingan
7. Dari Rohman Hayat Jadi Nafas
8. Dari Rohim Hayat Jadi Hidup
9. Wahdiyat = Tunggal
Sahnya Wujud = Ada
Nur = Tahu Nurcahya = Menyaksikan
PERABOT UNTUK MENGERJAKANNYA
1. Dzat Dan Adatmu Yang asal dari qudrat yang maha suci
2. kendakmu yang asal dari irodat yang maha suci
3. pengetahuanmu yang asal dari ilmu yang maha suci
4. hidupmu yang asal dari hayat yang maha suci
5. dengarmu yang asal dari sama yang maha suci
6. penglihatanmu yang asal dari basar yang maha suci
7. ucapanmu yang asal dari kalam yang maha suci
YANG HARUS DIJALANKAN
Menjalankan 20 Sifat yang baik
Menuruti 20 sifat yang maha suci
Menjauhi 20 sifat yang tidak wajib dalam ketuhanan
Api rasa panas yang sudah berwujud
Air rasa dingin yang sudah berwujud
Angin rasa sejuk yang sudah berwujud
Bumi rasa tetap yang sudah berwujud
Maka wujudnya rasa panas itu dzatnya api, merah itu sifatnya, namanya apa saja itu asmanya, yang mengetahui itu af’alnya.
Begitupun wujudnya rasa dingin itu dzatnya air, putih itu sifatnya, namanya apa saja itu asma, yang mengetahui itu af’alnya. dst
Rasa-rasa tadi yang diterangkan semua asal dari Rasulallah
Kalau Dzatnya Tuhan ialah wujudnya Rasulallah
Kalau Sifatnya Tuhan ialah Rohman Rohim
Kalau Asmanya Tuhan ialah apa saja menyebutnya
Kalau Af’alnya Tuhan ialah sempurna mengerjakannya
Jangan lupa kepada Tuhan (wujud) = ada
Harus malu kepada kekuasaannya (Qodrat)
Punya rasa kepada kehendaknya (Iradat)
Merasa setelah tahu (Ilmu)
CAHAYA YANG 4 (EMPAT)
Merah = Kuping-bayang = amarah
Bertuhan kepada rohaniah (gorah)
Kuning = Jantung = nafas
Bertuhan kepada nafas (mutmainah)
Putih = Hati = mata = sawiyah/sufiah
Bertuhan kepada syir dari ibu bapak didalam syir
Hitam = Empedu = mulut = loamah/lawwamah
Bertuhan kepada aku (ya Allah ya aku)
Yang adatnya panas, yang sifatnya merah, api = amarah
Yang adatnya sejuk, yang sifatnya kuning, angin = mutmainah
Yang adatnya dingin, yang sifatnya putih, air = sawiyah
Yang adatnya tete, yang sifatnya hitam, bumi = loamah
Amarah       = Kehewanan Api asal dari matahari, acinya api jadi daging
Loamah       = Keduniaan Air asar dari laut, acinya air jadi tulang
Sawiyah       = Kerobanaan Tanah asal dari bumi, acinya tanah jadi seisi badan
Mutmainah = Ketuhanan Nafas asal dari angin, acinya angin jadi kulit
Hukum saranya sudah punya segolongan-segolongannya.
Hukum adatnya sudah punya seadat-adatnya.
Hukum akalnya sudah punya seakal-akalnya.
Hukum Allahnya yang tetap pada pendiriannya yang maha suci.
Syariatnya badan dari ibu, tarekatnya adat dari bapak, hakekatnya pengetahuan dari guru, ma’rifatnya kita dari tuhan

Wasalam

Semoga bermanfaat

Thursday, May 2, 2019

Dzat Alloh ,zat Alloh

Dzat Alloh 1. Adanya Dzat Sesungguhnya tidak ada apa-apa karena pada waktu masih dalam keadaan kosong, belum ada sesuatupun. yang ada hanyalah aku. tidak ada tuhan selain aku. aku adalah hakikat dzat yang maha suci yang meliputi sifatku, yang menyertai Nama-ku, dan yang menandai perbuatanku. 2. Kejadian Dzat Sesungguhnya aku adalah dzat yang maha sempurna, yang berkuasa menciptakan segala sesuatu, terjadi dalam seketika ,sempurna dari kodratku ,sebagai tanda yang nyata bagi perbuatanku pertama yang aku ciptakan adalah sebuah pohon bernama sajaratul yakin. pohon itu tumbuh dalam alam adam makdum(kosong hampa) yang azali dan abadi. setelah itu aku menciptakan cahaya yang bernama nur muhammad, kemudian cermin bernama mir'atul haya'i nyawa yang di sebut roh idhafi pelita yang bernama kandil, permata yang bernama dzarrah, dan jalal (keperkasaan) yang disebut hijab(penutup), yang menjadi sekat penampakan-Ku. 3. Uraian Tentang Dzat Sebenarnya manusia itu adalah rahsa-Ku dan Aku adalah rahsa manusia, karena aku menciptakan adam dalam empat unsur yaitu : udara, tanah, air, dan api. keempat unsur itu adalah perwujudan sifatku. kemudian aku memasukkan ke dalam tubuh adam lima macam dzarrah, yaitu :nur, rahsa, ruh, nafsu dan budi. yang merupakan dinding yang merupakan dinding penghalang wajah-Ku yang maha suci. 4. Singgasana Baitul Makmur Sesungguhnya Aku mengatur singgasana dalam Baitul Makmur, yaitu rumah tempat kesukaanku. tempat itu berada dalam kepala adam .dalam kepala ada otak, dalam otak ada manik dalam manik ada budi, dalam budi ada nafsu, dalam nafsu ada suksma, dalam suksma ada rahsa, dalam rahsa ada Aku. tidak ada tuhan selain Aku. Dzat yang meliputi semua keadaan. 5. Singgasana Baitul Muharram Sesungguhnya aku mengatur singgasana berada dalam baitull muharram, yaitu rumah tempat pinggitanku . tempat itu berada dalam dada adam, didalam dada itu ada hati,dalam hati itu ada jantung, dalam jantung ada budi, didalam budi ada jinem(angan-angan),dalam jinem itu ada suksma, didalam suksma itu ada rahsa,dalam rahsa itu ada Aku, tiada tuhan selain Aku. dzat yang meliputi semua keadaan. 6. Baitul Muqaddas Sesungguhnya aku mengatur singgasana di dalam baitul muqaddas. tempat yang aku sucikan.itu adalah rumah yang aku sucikan .berada dalam buahnya(penis) adam ,dalam buahnya adam ada pringsilan(buah pelir), diantara buah pringsilan ada nuthfah(mani), dalam mani itu ada madzi, dalam madzi ada wadi, didalam wadi ada manikem, di dalam manikem itu ada rahsa, di dalam rahsa itu ada aku. tiada tuhan selain aku . dzat yang meliputi semua keadaan, bertahta dalam nukat gaib, turun menjadi jauhar awal. di situlah alam ahadiyat berada (alam wahdat dan alam wahidiyat), alam arwah, alam misal, alam ajsam, dan alam insan kamil, menjadi manusia sempurna yaitu sifatku yang sejati. itulah wejangan wali songo tentang ajaran makrifat. yang pada dasarnya semua sama seperti ajaran para wali lainya hanya bahasa dan cara tarekat atau olah batinya saja yang berbeda. dalam hal ini penulis tidak dapat menjabarkan secara detail tentang ajaran ini karna belum dapat restu dari sang guru . dan juga tidak bisa membuka lebar karena waktu dan tempat yang kurang berkenan. Hidup sejati adalah hidup yang telah berhasil membuka pintu pertemuan dengan sang kekasih.yaitu Allah swt. yang dalam bahsa tasawuf di sebut makrifat kepada Allah . makrifat kepada Allah dapat tercapai bila diri kita mampu mengungkap selubung eksistensi diri kita sendiri.berlatih meninggalkan dunia sebelum meninggal dunia dan selalu mengaktualkan nama -nama indah dari tuhan itu sendiri kedalam kehidupan sehari-hari kita.. Penjelasan Tentang Wirid Hidayat Jati Wejangan ke-1 Ananing Dzat Sajatine ora ana apa-apa awit duk maksih awang-uwung durung ana sawiji-wiji, kang ana dhingin Ingsun, sajatine kang maha suci anglimputi ing sipatIngsun, anartani ing asmanIngsun, amratandhani ing apngalIngsun.Nasehat ke-1 Adanya Dzat. (Sesungguhnya tidak ada apa pun ketika masih sunyi hampa belum ada sesuatu, yang paling awal adanya adalah AKU, sesungguhnya yang Maha Suci meliputi sifatKU, menyertai namaKU, menandakan perbuatanKU). Nasehat di atas menunjukkan kepada kita bahwa pada mulanya alam semesta ini tidak ada, semuanya masih sunyi hampa (awang-uwung), yang paling dahulu ada adalah AKU (Allah). Jadi tidak ada sesuatu pun yang mendahului adanya AKU (Allah), dalam ajaran agama Islam biasa disebut bahwa Allah bersifat Qidam (Dahulu tidak ada yang mendahului), dan AKU (Allah) adalah sumber dari segala sesuatu. Wejangan ke-2 Wahananing Dzat sajatine Ingsun dat kang amurba amisesa kang kawasa anitahake sawiji-wiji, dadi sanalika, sampurna saka kodrat Ingsun, ing kono wus kanyatan pratandhaning apngalIngsun kang minangka bebukaning iradatIngsun, kang dhingin Ingsun anitahake kayu aran sajaratulyakin tumuwuh ing sajroning alam ngadammakdum ajali abadi. Nuli cahya aran nur muhammad, nuli kaca aran mirhatulkayai, nuli nyawa aran roh ilapi, nuli damar aran kandil, nuli sesotya aran darah, nuli dhindhing jalal aran kijab. Iku kang minangka warananing kalaratIngsun.Nasehat ke-2 Tempat Dzat. Sesungguhnya AKU (Allah) adalah dzat yang maha kuasa yang kuasa menciptakan segala sesuatu, jadi seketika, sempurna berasal dari kuasaKU (Allah), di situ telah nyata tanda perbuatanKU yang sebagai pembuka kehendakKU, yang pertama AKU menciptakan Kayu bernama Sajaratulyakin tumbuh di dalam alam yang sejak jaman azali (dahulu) dan kekal adanya. Kemudian Cahya bernama Nur Muhammad, berikutnya Kaca bernama Mir’atulhayai, selanjutnya Nyawa bernama Roh Idhofi, lalu Lentera (damar) bernama ‘Kandil’, lalu Permata (sesotya) bernama Darah, lalu dinding pembatas bernama Hijab. Itu sebagai tempat kekuasaanKU (Allah). Nasehat di atas menunjukkan pada kita bahwa AKU (Allah) merupakan dzat yang maha kuasa yang kuasa menciptakan segala sesuatu hanya dengan satu sabda saja yaitu KUN, maka seketika jadi (FA YAKUN), semua ciptaannya sempurna sebagai pertanda perbuatan (af’al)KU (Allah). Pertama diciptakan adalah Pohon (kayu) bernama SajaratulYakin, mungkin yang dimaksudkan adalah sajaratulkaun (pohon kejadian) yang merupakan awal dan asal mula penciptaan. Kedua diciptakan Cahaya yang diberi nama Nur Muhammad. Menurut beberapa ahli, nur muhammad ini merupakan bibit alam semesta. Nur Muhammad dimaksudkan adalah bukan sebagai cahaya dari muhammad, nabinya orang Islam, melainkan secara bahasa berarti cahaya yang terpuji, sehingga dikatakan semua ciptaan pasti berasal dari nur muhammad ini, mengandung nur muhammad. Hal itu pula yang mengisyaratkan adanya pemahaman bahwa dalam tingkatan tertentu kebenaran hanyalah satu, adanya ajaran-2 yang berbeda setelah mencapai tahap tertentu ternyata sama belaka, karena bersumber dari dari Cahaya yang terpuji, cahaya kebenaran, yaitu Nur Muhammad. Ketiga Allah menciptakan Kaca bernama Miratulhayai (Cermin Kehidupan atau Cermin Malu), dimana ada sebagian ahli yang mengatakan bahwa setelah diciptakannya Cermin ini, Nur Muhammad akhirnya dapat melihat wujudnya, yang mengakibatkan dirinya bergetar hebat dan berkeringat, dari tetesan keringat inilah makhluk hidup berasal. Keempat diciptakan Nyawa yang diberi nama Roh Idhofi. Kelima diciptakan Lentera yang diberi nama Kandil. Keenam diciptakan Permata diberi nama Darah Ketujuh diciptakan dinding pembatas antara kehidupan fisik dan non fisik, antara yang kasar dan halus, yang disebut hijab. Hijab ini sendiri dalam keilmuan banyak jenisnya, (insya allah suatu saat akan saya bahas juga). Wejangan ke-3 Kahananing Dzat Sajatine manungsa iku rahsanIngsun lan Ingsun iku rahsaning manungsa, karana Ingsun anitahake adam asal saka anasir patang prakara, bumi, geni, angin, banyu. Iku kang dadi kawujudaning sipat Ingsun, ing kono Ingsun panjingi mudah limang prakara, nur, rahsa, roh, napsu, budi. Iya iku minangka warananing wajah Ingsun kang maha suci.Nasehat ke-3 Keadaan Dzat Sesungguhnya manusia itu rahsaKU dan AKU itu rahsanya manusia, karena AKU menciptakan Adam berasal dari empat perkara, bumi, api, angin, air. Itu sebagai perwujudan sifatKU, di sana AKU tempatkan lima perkara, nur, rahsa, roh, nafsu, budi. Itulah sebagai perwujudan wajahKU yang maha suci. Nasehat ke-3 menerangkan bahwa manusia diciptakan sebagai ‘rahsa’ (bukan rasa, sebab antara rasa dan rahsa dalam keilmuan jawa berbeda) dari Allah, dan Allah itu sebagai ‘rahsa’ dari manusia. Yang dimaksud adalah bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambaranNya atau menurut citraNya, seperti pernah saya kemukakan bahwa pada tubuh manusia tertulis huruf ALLAH, yaitu : (terlihat saat mengangkat kedua tangan, seperti dalam takbiratul ihram, membaca allahu akbar). alif sebagai garis dari ujung jari tangan kanan turun hingga ke ujung jari kaki kanan, lam pertama dari ujung jari tangan kanan turun melalui bahu kanan dan naik ke puncak kepala, lam kedua dari puncak kepala turun melalui bahu kiri dan naik hingga ujung jari tangan kiri, ha sebagai garis dari ujung jari tangan kiri turun hingga ujung jari kaki kiri. Dan manusia diciptakan berasal dari empat unsur yang merupakan gambaran sifatNya yaitu bumi, api, angin dan air. Bumi dalam tubuh kita terwujud pada hal-2 yang bersifat kedagingan, dan dibagi menjadi dua hal yaitu yang merupakan unsur dari bapak berupa tulang, otot, kulit dan otak, dan unsur dari ibu berupa daging, darah, sungsum dan jerohan. Api dalam tubuh menjadikan empat nafsu yaitu aluamah, amarah, supiyah dan mutmainah. Aluamah berwatak suka terhadap makanan, sifatnya membangkitkan kekuatan badan Amarah berwatak suka marah, emosi, sifatnya membangkitkan kekuatan kehendak (bhs jawa : karep) Supiyah berwatak keinginan, keterpesonaan, keinginan memiliki, bersifat membangkitkan kekuatan pikir berupa akal Mutmainah berwatak kesucian dan ketenangan, bersifat membangkitkan kekuatan untuk berpantang (bhs jawa : tarakbrata) Angin dalam tubuh kita terwujud dalam empat hal yaitu napas, tannapas, anapas dan nupus. Napas merupakan ikatan badan fisik, bertempat di hati suwedhi, yaitu jembatan hati, berpintu di lisan Tannapas merupakan ikatan hati, bertempat di pusar, berpintu di hidung Anapas merupakan ikatan roh, berpintu di telinga Nupus merupakan ikatan rahsa, bertempat di hati puat yang putih yaitu jembatan jantung, berpintu di mata. Air dalam tubuh menjadikan empat elemen roh yaitu roh hewani, roh nabati, roh rabbani dan roh nurrani. Roh hewani, menumbuhkan kekuatan badan Roh nabati menumbuhkan rambut, kuku, dan menghidupkan budi Roh rabbani menumbuhkan rahsa (dzat hamba) Roh nurrani menumbuhkan cahaya. Setelah empat unsur alam terbentuk dalam tubuh manusia, kemudian Allah menempatkan pula lima hal yaitu dzat hamba (jawa : mudah) sebagai gambaran wajahNya yaitu nur, rahsa, roh, nafsu dan budi. Nur, merupakan terangnya cahya, jika mewakili Dzat Yang Maha Suci dapat menerangi lahir batin Rahsa, rasa jika mewakili Dzat Yang Maha Suci dapat menumbuhkan daya ketenteraman di lahir batin Roh, penglihatan roh jika mewakili Dzat Yang Maha Suci menjadikan penguasaan sempurna Nafsu, kekuatan nafsu jika mewakili Dzat Yang Maha Suci menumbuhkan kekuatan kehendak yang sentosa Budi, penciptaan budi jika mewakili Dzat Yang Maha Suci menumbuhkan daya cipta yang sentosa. Oleh karena itulah beberapa orang mengatakan bahwa manusia mempunyai sifat-2 Tuhan dan juga mempunyai kesucian wajah Tuhan. Wejangan ke-4 Pambukaning tata malige ing dalem betalmakmur sajatine Ingsun anata malige ana sajroning betalmakmur, iku omah enggoning parameyanIngsun, jumeneng ana sirahing Adam. Kang ana sajroning sirah iku dimak, yaiku utek, kang ana antaraning utek iku manik, sajroning manik iku budi, sajroning budi iku napsu, sajroning napsu iku suksma, sajroning suksma iku rahsa, sajroning rahsa iku Ingsun, ora ana Pangeran anging Ingsn, dat kang nglimputi ing kaanan jati.Nasehat ke-4 Pembukaan tahta dalam baitulmakmur Sesungguhnya AKU bertahta dalam baitulmakmur, itu rumah tempat pestaKU, berdiri di dalam kepala Adam. Yang pertama dalam kepala itu ‘dimak’ yaitu otak, yang ada di antara otak itu ‘manik’ di dalam ‘manik’ itu budi, di dalam budi itu nafsu, di dalam nafsu itu suksma, di dalam suksma itu rahsa, di dalam rahsa itu AKU, tidak ada Tuhan selain hanya AKU, dzat yang meliputi keberadaan yang sesungguhnya. Nasehat ini menyatakan bahwa Allah bertahta atau bersinggasana di dalam baitul makmur, yang berada di dalam kepala manusia. Barangkali kalau memakai bahasa orang-2 reiki yang dimaksud dengan baitul makmur adalah cakra mahkota yang ada di puncak kepala. Di dalam kepala manusia terdapat otak. Di antara otak itu sendiri terdapat lapisan-2 sebagai berikut : Yang pertama ‘manik’ Di dalam manik terdapat budi Dalam budi terdapat nafsu Dalam nafsu terdapat suksma Dalam suksma terdapat rahsa Dalam rahsa terdapat AKU (Allah) Dan sesungguhnya tidak ada Tuhan selain hanya AKU (Allah), dzat yang meliputi segalanya. Wejangan ke-5 Pambuka tata malige ing dalem betalmukarram sajatine Ingsun anata malige sajroning betalmukarram, iku omah enggoning lalaranganIngsun, jumeneng ana ing dhadhaningg adam. Kang ana sajroning dhadha iku ati, kang ana antaraning ati iku jantung, sajroning jantung iku budi, sajroning budi iku jinem , yaiku angen-angen, sajroning angen-angen iku suksma, sajroning suksma iku rahsa, sajroning rahsa iku Ingsun. Ora ana pangeran anging Ingsun dat kang anglimputi ing kaanan jati. Nasehat ke-5 Pembuka tahta dalam baitul mukarram Sesungguhnya AKU bertahta dalam baitulmukarram, itu rumah tempat laranganKU, berdiri di dalam dada adam. Yang ada di dalam dada itu hati, yang ada di antara hati itu jantung, dalam jantung itu budi, dalam budi itu jinem, yaitu angan-2, dalam angan-2 itu suksma, dalam suksma itu rahsa, dalam rahsa itu AKU. Tidak ada Tuhan kecuali hanya AKU dzat yang meliputi keberadaan yang sesungguhnya. Dalam nasehat ini Allah menyatakan bahwa diriNya bertahta di baitul muharram yang menjadi tempat larangan, berada di dalam dada manusia. Mungkin yang dimaksud adalah cakra jantung. Disebutkan bahwa di dalam dada manusia itu terdapat susunan sebagai berikut : Pertama hati (kalbu) Di antara hati terdapat jantung, Di dalam jantung ada budi Di dalam budi ada angan-2 Di dalam angan-2 ada suksma Di dalam suksma ada rahsa Di dalam rahsa ada AKU Di atas dikatakan bahwa jantung terdapat di antara hati. Yang dimaksud dengan hati ini bukanlah lever atau hati secara fisik, melainkan hati secara maknawi, karena pada diri manusia ada terdapat lebih dari satu hati, yang menurut keilmuan ada yang namanya hati puat, hati suwedhi, dll. Kembali di wejangan ke-5 ini ditegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain AKU (Allah), dzat yang meliputi keberadaan sesungguhnya (kahanan jati). Mengapa itu perlu ditegaskan, karena untuk menghindari salah pengertian bagi mereka yang telah mendapatkan wejangan ini, jangan sampai karena merasa bahwa AKU (Allah) bertahta di kepala dan di dala manusia, lalu manusia tersebut mengaku dirinya sebagai Tuhan, atau menjadi bagian dari Tuhan. Jika itu yang terjadi, maka manusia tsb telah jauh tersesat. Wejangan ke-6 Pambuka tata malige ing dalem betalmukadas sajatine Ingsun anata malige ana sajroning betalmukadas, iku omah enggoning pasucenIngsun, jumeneng ana ing kontholing adam. Kang ana sajroning konthol iku prinsilan, kang ana ing antaraning pringsilan ikku nutpah, yaiku mani, sajroning mani iku madi, sajroning madi iku wadi, sajroning wadi iku manikem, sajroning manikem iku rahsa, sajroning rahsa iku Ingsun. Ora ana pangeran anging Ingsun dat kang anglimputi ing kaanan jati, jumeneng sajroning nukat gaib, tumurun dadi johar awal, ing kono wahananing alam akadiyat, wahdat, wakidiyat, alam arwah, alam misal, alam ajsam, alam insan kamil, dadining manungsa sampurna yaiku sajatining sipatIngsun. Nasehat ke-6 Pembuka tahta dalam baitulmuqaddas Sesungguhnya AKU bertahta di dalam baitul muqaddas, itu rumah tempat kesucianKU, berdiri di penis/alat kelamin (konthol) adam. Yang ada di dalam penis itu buah pelir (pringsilan), di antara pelir itu nutfah yaitu mani, di dalam mani itu madi, di dalam madi itu wadi, di dalam wadi itu manikem, di dalam manikem itu rahsa, di dalam rahsa itu AKU. Tidak ada Tuhan kecuali AKU dzat yang meliputi keberadaan sesungguhnya, berdiri di dalam nukat gaib, turun menjadi johar awal, di situ keberadaan alam ahadiyat, wahdat, wahidiyat, alam arwah, alam misal, alam ajsam, alam insan kamil, jadinya manusia sempurna yaitu sejatinya sifatKU.Nasehat ini menyatakan bahwa ALLAH bertahta di baitul muqaddas atau baitul maqdis yang merupakan tempat suciNYA yang berada di alat kelamin manusia yang tersusun atas hal-2 sebagai berikut : Pertama pelir, yang berisi nutfah atau mani Madi yang merupakan sari dari mani Wadi sebagai sari dari madi Manikem sebagai sari dari wadi Di dalam manikem ada rahsa Di dalam rahsa ada AKU. Di sini disebutkan pula bahwa manusia sempurna adalah sebagai perwujudan sifatNYA dan terbentuk melalui tujuh tahapan alam yang dilaluinya, biasa dikenal dengan istilah martabat pitu atau martabat tujuh yaitu Pertama alam ahadiyah Kedua wahdat Ketiga wahidiyah Keempat arwah Kelima misal Keenam ajsam Ketujuh insan kamil (manusia sempurna). Wejangan ke-7 Panetep santosaning iman Ingsun anekseni satuhune ora ana Pangeran anging Ingsun lan anekseni Ingsun satuhune muhammad iku utusan IngsunNasehat ke-7 Penetapan iman sentosa AKU menyaksikan bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali hanya AKU dan AKU menyaksikan sesungguhnya muhammad itu adalah utusanKU. Dalam nasehat ini Allah menyatakan kesaksianNya yang ditujukan kepada makhluk ciptaanNya, bahwa tidak ada tuhan lain kecuali hanya Dia semata, dan muhammad adalah benar-benar rasul atau utusanNya. Wejangan ke-8 Sasahidan Ingsun anekseni ing DatIngsun dhewe, satuhune ora ana Pangeran anging Ingsun, lan anekseni Ingsun satuhune muhammad iku utusanIngsun. Iya sejatine kan aran Allah iku badanIngsun, rasul iku rahsaNingsun, muhammad iku cahayaNingsun. Iya Ingsun kang urip tan kena ing pati, iya Ingsun kang eling tan kena ing lali, iya Ingsun kang langgeng ora kena owah gingsir ing kaanan jati, iya Ingsun kang waskitha, ora kasamaran ing sawiji-wiji. Iya Ingsun kang amurba amisesa, kang kawasa wicaksana ora kekurangan ing pakerthi, byar sampurna padhang terawangan, ora karasa apa-apa, ora ana katon apa-apa, amung Ingsun kang anglimputi ing alam kabeh kalawan kodratIngsunNasehat ke-8 Sahadat / kesaksian. AKU menyaksikan pada DzatKU sendiri, sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali AKU, dan menyaksikan AKU sesungguhnya muhammad itu utusanKU. Sesungguhnya yang bernama Allah itu badanKU, rasul itu rahsaKU, muhammad itu cahayaKU. AKUlah yang hidup tidak bisa mati, AKUlah yang ingat tidak bisa lupa, AKUlah yang kekal tidak bisa berubah dalam keberadaan yang sesungguhnya, AKUlah waskita, tidak ada tersamar pada sesuatu pun. AKUlah yang berkuasa berkehendak, yang kuasa bijaksana tidak kurang dalam tindakan, terang sempurna jelas terlihat, tidak terasa apa pun, tidak kelihatan apa pun, kecuali hanya AKU yang meliputi alam semua dengan kuasa (kodrat)KU. Nasehat ini merupakan penutup yang berupa sahadat atau penyaksian. Nasehat pertama sampai dengan kedelapan merupakan satu rangkaian yang tidak boleh diputus, sebab jika terputus maka pemahamannya akan berkurang. wassalam